Tag: Pemkab Jember

  • Gus Fawait Siapkan Pasukan Digital, 22 Ribu ASN Siap Gaungkan Kemajuan Jember

    Berita7 | JEMBER – Langkah tidak biasa dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat citra daerah. Sebanyak 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) kini didorong menjadi duta informasi digital guna memperkenalkan berbagai potensi unggulan Jember kepada masyarakat luas.

    Kebijakan yang digagas di era kepemimpinan Bupati Jember Gus Muhammad Fawait tersebut menjadi bagian dari strategi besar memanfaatkan kekuatan media sosial dalam mendukung pembangunan daerah, menarik investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, hingga memperkuat kepercayaan publik terhadap berbagai program pemerintah.

    Di tengah era digital yang serba cepat, Pemerintah Kabupaten Jember menilai informasi positif memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, seluruh ASN diajak aktif menyebarluaskan informasi pembangunan melalui akun media sosial masing-masing.

    Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Pemerintah harus mampu menyesuaikan diri agar berbagai program pembangunan dapat diketahui masyarakat secara luas.

    “Bupati Jember memiliki keyakinan bahwa narasi positif yang disampaikan secara konsisten akan membangun citra yang baik bagi daerah. Ketika masyarakat mengetahui berbagai kemajuan yang terjadi, maka kepercayaan akan tumbuh, wisatawan datang, dan investor semakin tertarik masuk ke Jember,” ujarnya.

    Melalui gerakan tersebut, ASN tidak hanya menjalankan tugas pelayanan publik, tetapi juga berperan sebagai ujung tombak promosi daerah. Setiap hari Jumat, ribuan ASN didorong untuk membagikan berbagai informasi yang telah dipublikasikan melalui kanal resmi pemerintah daerah.

    Konten yang disebarluaskan mencakup program pembangunan, inovasi pelayanan publik, prestasi daerah, peluang investasi, sektor pertanian, ekonomi kreatif, hingga destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Jember.

    Dengan kekuatan sekitar 22 ribu ASN yang tersebar di berbagai instansi, jangkauan informasi dinilai akan jauh lebih luas dan efektif. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mempercepat penyebaran informasi positif sekaligus memperkuat branding Kabupaten Jember di tingkat nasional.

    [baca_juga]

    Menurut Gatot, gerakan ini bukan sekadar membagikan konten di media sosial. Lebih dari itu, pemerintah ingin membangun rasa bangga, rasa memiliki, serta kecintaan ASN terhadap daerah tempat mereka mengabdi.

    “ASN bukan hanya pegawai pemerintah. ASN juga merupakan duta informasi yang memiliki peran strategis untuk mengenalkan potensi dan kemajuan Jember kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

    Di sisi lain, Pemkab Jember memastikan dukungan terhadap ASN tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga kesejahteraan pegawai, termasuk mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) agar tidak mengalami pengurangan.

    Melalui kolaborasi digital tersebut, Pemkab Jember optimistis berbagai potensi daerah mulai dari sektor pariwisata, pertanian, pendidikan, UMKM hingga investasi dapat semakin dikenal publik. Dampaknya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.

    Gerakan digital yang melibatkan puluhan ribu ASN ini sekaligus menjadi salah satu strategi transformasi komunikasi publik yang diyakini mampu membawa Jember semakin dikenal, semakin dipercaya, dan semakin kompetitif di tingkat nasional. (BA?M)

  • DPR RI dan UNEJ Bergerak, RUU Perlindungan Pasar Tradisional Libatkan Pedagang Secara Langsung

    Berita7 | JEMBER – Upaya memperkuat eksistensi pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi modern terus dilakukan. Universitas Jember (UNEJ) bersama Badan Keahlian DPR RI menggelar Seminar Nasional bertajuk Peningkatan Partisipasi Publik yang Bermakna dalam Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Gedung Soedjarwo, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi akademisi, pemerintah, legislatif, serta perwakilan pedagang untuk menyampaikan pandangan terkait regulasi yang akan menjadi dasar perlindungan pasar tradisional di Indonesia.

    Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam penyusunan regulasi merupakan bagian penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan tepat sasaran.

    “Masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembentukan kebijakan agar aturan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan yang ada di lapangan,” ujarnya saat membuka seminar nasional tersebut.

    Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung proses legislasi melalui kajian akademik, penguatan sumber daya manusia, hingga penyediaan data berbasis riset yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.

    Ia menilai pasar tradisional masih menjadi denyut utama ekonomi kerakyatan karena mempertemukan petani, pelaku UMKM, pedagang hingga konsumen dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Kepala Badan Keahlian DPR RI, Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H., mengapresiasi kontribusi Universitas Jember dalam berbagai proses legislasi nasional. Ia menyebut UNEJ sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif terlibat dalam penyusunan naskah akademik maupun rancangan undang-undang selama beberapa tahun terakhir.

    Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Keahlian DPR RI dan Universitas Jember sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam bidang legislasi, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.

    “UNEJ memiliki potensi besar dan banyak akademisi yang telah berkontribusi dalam berbagai penyusunan regulasi nasional. Kolaborasi ini akan terus diperkuat ke depan,” kata Prof. Bayu.

    Ia mengungkapkan sepanjang tahun 2025 Badan Keahlian DPR RI menghasilkan ratusan naskah akademik, rancangan undang-undang, serta berbagai publikasi ilmiah yang melibatkan ribuan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

    Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa UNEJ untuk mengikuti program magang di Badan Keahlian DPR RI melalui skema Magang Hub Kemnaker.

    Dukungan terhadap penguatan pasar tradisional juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pasar tradisional merupakan salah satu fondasi ekonomi daerah yang terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

    Menurutnya, sektor informal yang ditopang oleh pasar tradisional memiliki kontribusi besar terhadap tingginya konsumsi domestik yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

    “Pasar tradisional adalah bagian penting dari ekonomi rakyat. Karena itu pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan dan dukungan nyata,” ujarnya.

    Sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang, Pemkab Jember telah menghapus retribusi pasar sejak tahun 2025 atau menurunkannya hingga 100 persen. Selain itu, pembangunan Pasar Tanjung yang menjadi pasar tradisional terbesar di Kabupaten Jember juga terus dikebut dan ditargetkan selesai pada awal 2027.

    Melalui seminar nasional ini, seluruh pihak berharap lahirnya regulasi yang mampu memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi pasar tradisional sehingga tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di masa mendatang. (B7

  • Jember Tegaskan Komitmen Lansia Sejahtera, Ratusan Warga Padati Alun-Alun Nusantara

    Berita7 | JEMBER – Ratusan warga lanjut usia (lansia) memadati Alun-Alun Nusantara Jember pada Sabtu (6/6/2026) dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Momentum ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak, sehat, dan bermartabat bagi para lansia.

    Mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, organisasi sosial, komunitas pemerhati lansia, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jember. Suasana penuh kehangatan terlihat saat para lansia mengikuti rangkaian acara yang disiapkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka kepada bangsa.

    [baca_juga]

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, yang hadir mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa peringatan Hari Lanjut Usia Nasional bukan sekadar seremoni tahunan.

    Menurutnya, para lansia merupakan aset berharga yang menyimpan pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai-nilai kehidupan yang sangat penting bagi generasi penerus.

    “Para lansia harus dipandang sebagai sumber kebijaksanaan, teladan, dan inspirasi bagi generasi muda. Dari mereka kita belajar tentang perjuangan, kesabaran, kerja keras, serta semangat untuk terus berkarya,” ujar Indra dalam sambutannya.

    Ia menjelaskan, tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” mengandung pesan kuat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh generasi muda, tetapi juga oleh kontribusi para lansia yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan pengalamannya selama puluhan tahun.

    Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, memiliki komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok lanjut usia. Komitmen tersebut sejalan dengan program dan semangat “Gus Bupati Cinta Lansia” yang terus digaungkan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

    “Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen moral dan komitmen pembangunan. Kami ingin menghadirkan Kabupaten Jember yang menghormati, melindungi, dan memuliakan para orang tua serta lanjut usia,” tegasnya.

    Indra menambahkan, ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan juga tercermin dari bagaimana masyarakat memperlakukan para lansia dengan penuh penghormatan, kasih sayang, dan martabat.

    Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya menghormati orang tua, mempererat hubungan antargenerasi, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap kelompok lanjut usia.

    Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai menjadi faktor penting agar para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Pemkab Jember berharap semangat menghormati dan menyayangi orang tua semakin mengakar di tengah masyarakat. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya serta mampu memberikan kehidupan yang layak dan bermartabat bagi para lansia.

    (BM)

  • Jember Resmi Lantik Pj Sekda Baru, Pemkab Pacu Percepatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

    Jember Resmi Lantik Pj Sekda Baru, Pemkab Pacu Percepatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

    Berita7 | Jember — Pemerintah Kabupaten Jember resmi melantik Achmad Imam Fauzi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026). Langkah ini berdampak langsung pada percepatan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

    Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait sebagai bagian dari penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Jember.

    Sebanyak seluruh jajaran perangkat daerah kini mulai melakukan percepatan koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan, setelah sebelumnya proses birokrasi dinilai masih perlu penguatan di beberapa sektor strategis.

    “Sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Jember dan jajaran Forkopimda harus terjalin dengan baik,” ujar Gus Fawait.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan birokrasi pemerintahan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah, pelayanan masyarakat hingga stabilitas pemerintahan.

    Selain itu, Pemkab Jember juga mulai mempercepat sejumlah program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penanganan sampah hingga pelestarian lingkungan hidup.

    Gus Fawait menegaskan, dukungan seluruh jajaran pemerintahan sangat penting agar program pemerintah pusat maupun daerah dapat berjalan maksimal di Kabupaten Jember.

    “Saya yakin kita akan bahu-membahu bagaimana program-program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa berhasil di Kabupaten Jember,” lanjutnya.

    Di sisi lain, Bupati Jember juga menyoroti pentingnya percepatan penyusunan Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027 agar berjalan tepat waktu sesuai regulasi yang berlaku.

    Sementara itu, usai resmi dilantik, Achmad Imam Fauzi menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat pembangunan daerah.

    Menurutnya, percepatan pembangunan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

    “Keyword-nya adalah akselerasi. Akselerasi itu percepatan,” tegas Achmad Imam Fauzi.

    Ia memastikan evaluasi akan dilakukan mulai dari proses perencanaan anggaran hingga pelaksanaan program daerah agar target pembangunan Kabupaten Jember berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah. (B7

  • 2.000 Jemaah Haji Dilepas di Jember, Bupati Fawait Tekankan Kesehatan dan Sinergi

    2.000 Jemaah Haji Dilepas di Jember, Bupati Fawait Tekankan Kesehatan dan Sinergi

    Berita7 | Jember — Pemerintah Kabupaten Jember resmi melepas sekitar 2.000 Jemaah Calon Haji (JCH) musim haji 1447 H/2026 M di Gedung Balai Serbaguna, Senin (4/5/2026). Pelepasan ini berdampak langsung pada kesiapan keberangkatan jemaah, khususnya dalam aspek kesehatan, keamanan, dan kelancaran ibadah di Tanah Suci.

    Sebanyak 2.000 jemaah kini mulai bersiap menjalani rangkaian ibadah haji, setelah melalui proses persiapan panjang lintas sektor. Jumlah ini menjadi yang terbanyak di Provinsi Jawa Timur tahun ini, sekaligus menunjukkan keseriusan Pemkab Jember dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

    “Jemaah harus menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara fisik maupun rohani. Ibadah haji membutuhkan kekuatan yang tidak sedikit, sehingga kesiapan menjadi kunci utama,” ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis keberangkatan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas ibadah dan citra jemaah Indonesia di mata dunia. Selain itu, para jemaah juga diingatkan untuk menjadi duta daerah dengan menjaga sikap dan akhlak selama berada di Tanah Suci.

    Data dari Kementerian Agama Kabupaten Jember mencatat sekitar 350 jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti). Hal ini menjadi perhatian khusus bagi tim kesehatan yang telah disiapkan untuk mendampingi sejak keberangkatan hingga kepulangan.

    Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan kuatnya sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, hingga Dinas Kesehatan. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan kesiapan armada, kesehatan pengemudi, tim medis, serta rekayasa lalu lintas agar proses pemberangkatan berjalan aman dan lancar tanpa hambatan.

    Sejumlah jemaah dan keluarga mengaku haru dan bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Mereka merasa lebih tenang karena seluruh kebutuhan, mulai dari transportasi hingga layanan kesehatan, telah dipersiapkan secara matang. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Di tingkat kecamatan, kesiapan juga terus dimatangkan. Kecamatan Kencong menyiapkan 373 jemaah dengan dukungan 9 armada bus, sementara wilayah Balung, Puger, dan Wuluhan telah menyelaraskan teknis pemberangkatan melalui koordinasi lintas instansi. Pemeriksaan kesehatan akhir hingga simulasi keberangkatan pun telah dilakukan secara menyeluruh.

    Pemerintah Kabupaten Jember berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Sinergi yang kuat antarinstansi diharapkan mampu menciptakan pelayanan optimal, sekaligus memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali sebagai haji yang mabrur. (BM)