Tag: keamanan pangan

  • Bapanas Pastikan Pangan di Kota Tangerang Aman, Hasil Uji Tak Temukan Zat Berbahaya

    Berita7 | TANGERANG – Kabar baik bagi masyarakat Kota Tangerang. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan mutu dan keamanan pangan yang beredar di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Tangerang dalam kondisi aman, sehat, dan layak dikonsumsi.

    Kepastian tersebut disampaikan setelah Bapanas melakukan supervisi keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Fresh Market Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dalam rangka memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengawasan langsung terhadap berbagai komoditas pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat setiap hari. Mulai dari sayuran, telur, ikan, hingga daging ayam diperiksa untuk memastikan kualitas dan keamanannya.

    [baca_juga]

    Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan kegiatan supervisi dilakukan sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga kualitas pangan yang beredar di masyarakat.

    Menurutnya, pengawasan secara langsung penting dilakukan guna memastikan seluruh produk pangan yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

    “Kami mengadakan supervisi ini untuk memantau langsung kondisi mutu dan keamanan pangan yang ada di lapangan. Selama kegiatan tadi, kami sudah mengumpulkan sampel dari sejumlah komoditas pangan untuk dicek langsung petugas di lokasi,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

    Selain melakukan pengambilan sampel, tim pengawas juga mengecek sejumlah komoditas pangan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji berada dalam kondisi baik dan tidak ditemukan indikasi kandungan zat berbahaya.

    Andriko menyebut sistem pengawasan keamanan pangan yang diterapkan di Kota Tangerang sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari berfungsinya berbagai fasilitas pengujian pangan yang tersedia di sejumlah lokasi.

    “Di Kota Tangerang semuanya sudah berjalan baik. Pojok uji keamanannya juga beroperasi dan beberapa sampel komoditas yang sudah dicek tidak menunjukkan tanda-tanda kandungan zat berbahaya. Jadi semuanya aman dan terjamin,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen menjaga keamanan pangan melalui berbagai program pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan pojok uji keamanan pangan gratis yang tersebar di berbagai pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Tangerang.

    Saat ini, fasilitas tersebut telah tersedia di 21 lokasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat setiap hari untuk memastikan produk pangan yang dibeli aman dikonsumsi.

    Menurut Muhdorun, keberadaan pojok uji keamanan pangan tidak hanya membantu pedagang dalam menjaga kualitas produk yang dijual, tetapi juga memberikan rasa aman kepada konsumen saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

    “Tidak hanya pengecekan yang sudah berjalan rutin, kami juga menyediakan pojok uji keamanan pangan yang tersebar di pasar tradisional dan modern yang beroperasi setiap hari secara gratis. Jadi pedagang maupun konsumen bisa memanfaatkannya untuk memastikan produk pangannya aman dan layak dikonsumsi,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi antara Bapanas dan Pemerintah Kota Tangerang, pengawasan pangan diharapkan semakin optimal sehingga masyarakat dapat memperoleh produk pangan yang sehat, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi setiap hari. (B7

  • Dinkes Kota Tangerang Latih 100 Penjamah Pangan, Tekan Risiko Keracunan Makanan

    Dinkes Kota Tangerang Latih 100 Penjamah Pangan, Tekan Risiko Keracunan Makanan

    Berita7 | TANGERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang diikuti 100 peserta di Aula Kecamatan Pinang, Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemkot Tangerang untuk memastikan makanan siap saji yang beredar di masyarakat aman, higienis dan bebas dari risiko kontaminasi berbahaya.

    Pelatihan tersebut menyasar pemilik usaha katering, restoran, hotel, instalasi gizi rumah sakit hingga relawan SPPG yang telah terdaftar melalui aplikasi SIKASEP.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, pelatihan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat pilar kesehatan lingkungan sekaligus mencegah munculnya penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases.

    “Kami ingin memastikan setiap makanan siap saji yang dikonsumsi warga Kota Tangerang telah melalui proses yang benar-benar higienis,” ujar dr. Dini.

    Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar higiene sanitasi mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan makanan, teknik penyimpanan hingga penyajian yang aman dan sehat.

    Dinkes Kota Tangerang menilai pengawasan keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna menekan potensi keracunan makanan di tengah masyarakat.

    Selain memperkuat pengetahuan pelaku usaha kuliner, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat dan menciptakan lingkungan pangan yang aman.

    “Kami berharap pelatihan ini melahirkan penjamah pangan yang kompeten untuk menekan angka keracunan makanan. Ini langkah nyata bersama pelaku usaha demi mewujudkan Kota Tangerang yang sehat dan aman pangannya,” katanya.

    Pelatihan berlangsung antusias dengan fokus edukasi langsung kepada peserta terkait praktik pengolahan pangan yang sesuai standar kesehatan. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui pengawasan keamanan pangan yang lebih ketat.

    (B7)