Tag: BPBD Kota Tangerang

  • BPBD Kota Tangerang Bentuk 20 Kelurahan Tangguh Bencana Baru pada 2026

    Berita7 | TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan warga dalam melakukan mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

    Saat ini, BPBD Kota Tangerang telah membentuk 45 Kelurahan Tangguh Bencana yang tersebar di berbagai wilayah. Pada tahun 2026, BPBD kembali menargetkan pembentukan 20 Kelurahan Tangguh Bencana baru guna memperluas jangkauan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

    [baca_juga]

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

    “Melalui Kelurahan Tangguh Bencana, masyarakat diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai pencegahan serta penanganan bencana seperti banjir, kebakaran dan gempa bumi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalisir,” ujarnya.

    BPBD Kota Tangerang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Banten secara rutin memberikan edukasi, pelatihan dan simulasi kebencanaan kepada anggota Kelurahan Tangguh Bencana.

    Selain mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, masyarakat juga dibekali kemampuan melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan infrastruktur pengendali banjir. Warga juga didorong memanfaatkan aplikasi Sipantau milik Pemerintah Kota Tangerang untuk melaporkan potensi gangguan yang dapat memicu bencana.

    Tidak hanya itu, peserta Kelurahan Tangguh Bencana juga diberikan keterampilan dalam menentukan titik evakuasi, menyiapkan dapur umum, mendirikan posko darurat terintegrasi, hingga memastikan ketersediaan cadangan logistik saat terjadi keadaan darurat.

    Mahdiar menuturkan, seluruh Kelurahan Tangguh Bencana yang telah terbentuk sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) serta perlengkapan pendukung operasional.

    “Setiap Kelurahan Tangguh Bencana telah kami lengkapi dengan berbagai sarana pendukung seperti alat pemadam api ringan (APAR), jas hujan, senter, handy talky (HT), jaket, sepatu hingga lemari penyimpanan perlengkapan kebencanaan,” jelasnya.

    Menurutnya, kesadaran masyarakat Kota Tangerang dalam membantu penanganan bencana terus meningkat. Warga kerap bergerak secara mandiri membantu proses evakuasi maupun penanganan awal ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar.

    “Alhamdulillah, masyarakat Kota Tangerang memiliki kepedulian yang tinggi. Tanpa harus menunggu instruksi, warga langsung bergerak membantu saat terjadi bencana,” katanya.

    Mahdiar juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing. Tas tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen penting seperti sertifikat tanah, ijazah, dokumen kependudukan, senter, peluit dan kebutuhan darurat lainnya.

    “Ketika terjadi bencana, tas siaga ini menjadi barang prioritas yang harus diamankan karena berisi dokumen dan perlengkapan penting,” tambahnya.

    Selain memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Kota Tangerang juga membagikan sejumlah tips sederhana untuk mencegah terjadinya bencana di lingkungan sekitar.

    Untuk mencegah kebakaran rumah, masyarakat diimbau menggunakan instalasi listrik dan peralatan yang telah bersertifikat SNI, menghindari penggunaan stop kontak berlebihan, serta rutin memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik.

    Dalam menghadapi potensi gempa bumi, masyarakat disarankan melindungi kepala dan leher, berlindung di bawah meja yang kokoh, serta memastikan furnitur berat terpasang dengan aman agar tidak membahayakan penghuni rumah.

    Sementara untuk mengurangi risiko banjir, warga diharapkan menjaga kebersihan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan aliran sungai atau kali yang mengalami hambatan.

    Melalui penguatan Kelurahan Tangguh Bencana, BPBD Kota Tangerang berharap tercipta masyarakat yang lebih siap, tanggap dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana demi mewujudkan Kota Tangerang yang aman dan berketahanan. (B7

  • Indomaret di Karawaci Tangerang Terbakar Dini Hari, Diduga Dipicu Ledakan Freezer

    Berita7 | TANGERANG – Kebakaran menghanguskan sebuah gerai Indomaret di Jalan Raya M Toha, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (4/6/2026) dini hari. Insiden yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu diduga dipicu oleh ledakan freezer yang berada di dalam toko.

    Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 02.50 WIB. Kepulan asap dan kobaran api yang muncul dari bangunan toko membuat warga sekitar segera melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran.

    Laporan resmi diterima sekitar pukul 03.00 WIB dari seorang warga bernama Ilham. Tidak lama setelah menerima informasi, tim gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Cibodas bersama BPBD Kota Tangerang langsung bergerak menuju lokasi.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan petugas langsung diterjunkan untuk mencegah api membesar dan merambat ke bangunan lain di kawasan tersebut.

    Sebanyak 25 personel gabungan dikerahkan dalam proses pemadaman. Tim terdiri dari 10 personel UPT Cibodas dan 15 personel dari Mako BPBD Kota Tangerang.

    Selain itu, sembilan unit kendaraan pemadam kebakaran juga diterjunkan ke lokasi. Tiga unit berasal dari UPT Cibodas dan enam unit lainnya dari Mako BPBD Kota Tangerang.

    “Begitu laporan masuk, tim langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya,” kata Andia.

    Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 03.20 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Kobaran api yang melahap satu lokal toko berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku selama hampir dua jam.

    Proses penanganan akhirnya dinyatakan selesai sekitar pukul 05.20 WIB. Berkat respons cepat petugas, kebakaran tidak sampai meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

    Dari hasil pendataan awal, kebakaran diduga berasal dari freezer yang mengalami gangguan hingga memicu percikan dan kobaran api. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari petugas terkait.

    “Dugaan sementara berasal dari freezer yang mengalami gangguan hingga memicu kebakaran. Kami masih melakukan pendataan dan koordinasi terkait penyebab pastinya,” ujarnya.

    [baca_juga]

    Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh karyawan serta warga di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

    Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada bangunan toko. Hingga kini petugas masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang ditimbulkan.

    BPBD Kota Tangerang mengimbau para pelaku usaha maupun masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik serta perangkat elektronik yang digunakan setiap hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama pada peralatan yang beroperasi selama 24 jam.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gangguan pada peralatan elektronik dapat memicu kebakaran kapan saja jika tidak dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. (B7

  • Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menangani kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui sinergitas bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta guna memastikan proses evakuasi dan penanganan satwa berjalan cepat, aman, dan profesional.

    Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat perkembangan kawasan perkotaan serta perubahan kondisi lingkungan.

    Dalam sepekan terakhir, BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi delapan satwa liar dari berbagai wilayah permukiman warga. Satwa yang diamankan terdiri dari dua ekor monyet, satu ekor musang, dan lima ekor ular sanca yang ditemukan di area permukiman dan titik rawan aktivitas warga.

    Seluruh satwa tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada BKSDA Jakarta untuk menjalani proses observasi, pemeriksaan kesehatan hingga pelepasliaran kembali ke habitat yang sesuai.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, penanganan satwa liar membutuhkan koordinasi yang baik agar keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan terhadap satwa dan ekosistemnya.

    “Penanganan hewan liar tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi bersama BKSDA sebagai instansi yang memiliki kewenangan dan keahlian dalam penanganan satwa liar dilindungi maupun tidak dilindungi,” ujar Mahdiar, Selasa (12/05/2026).

    Menurutnya, kehadiran BPBD tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana alam, tetapi juga merespons berbagai situasi darurat yang berpotensi membahayakan masyarakat, termasuk kemunculan hewan liar di lingkungan permukiman.

    Melalui sinergi tersebut, BPBD dan BKSDA memperkuat sistem pelaporan masyarakat, proses evakuasi lapangan, hingga penanganan pasca-evakuasi sesuai standar keselamatan dan konservasi.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan profesional.

    Kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang dan BKSDA Jakarta diharapkan mampu meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa liar di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat.

    Langkah ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadirkan pelayanan responsif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan. (B7