Hujan Deras Picu Banjir 31 RT di Jakarta dan Tangerang Selatan, Ketinggian Air Capai 130 Sentimeter

Written by

in

Berita7 | Jakarta,. – Hujan deras yang mengguyur kawasan Jabodetabek pada Kamis malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan. Genangan air dilaporkan muncul di berbagai titik dengan ketinggian yang bervariasi.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD DKI Jakarta pada Jumat pagi, sebanyak 31 Rukun Tetangga (RT) terdampak banjir di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai 130 sentimeter.

Di Jakarta Selatan, terdapat 11 RT yang terendam banjir. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pondok Labu, Cipulir, Pondok Pinang, dan Kebayoran Lama Utara. Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi yang disertai luapan beberapa kali, seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.

Sementara di Jakarta Timur, sebanyak 20 RT juga terendam banjir. Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Ciliwung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penanganan di lapangan.

Di luar Jakarta, genangan juga terjadi di wilayah Tangerang Selatan. Tepatnya di Jalan Raya Pondok Aren, depan Perumahan Taman Mangu Indah, banjir masih terlihat pada Jumat pagi.

Terdapat dua titik genangan di ruas jalan tersebut, yakni di depan Pasar Ceger dan setelah turunan menuju kawasan perumahan. Kedua titik ini merupakan area terendah sehingga mudah tergenang saat hujan deras.

Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 30 sentimeter. Sejumlah kendaraan masih terlihat melintas dengan hati-hati, sementara sebagian pengendara memilih berhenti menunggu kondisi lebih aman.

Peristiwa banjir ini kembali menjadi perhatian publik mengingat intensitas hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan untuk mengurangi dampak genangan di sejumlah titik rawan. (B7)