Category: Peristiwa

  • Semburan Gas dan Air 5 Meter Hebohkan Bekasi Barat, Akses Jalan Ditutup Sementara

    Berita7 | Kota Bekasi — Warga Perumnas 1, Bekasi Barat, Kota Bekasi, dibuat panik setelah muncul semburan air bercampur gas bertekanan tinggi setinggi sekitar 5 meter pada Jumat sore. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat benturan alat berat proyek drainase yang mengenai jaringan pipa bawah tanah.

    Semburan yang muncul di Jalan Nangka Raya itu mengeluarkan aroma gas menyengat sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa pengelola parkir bahkan terpaksa memindahkan kendaraan dari lokasi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

    Menurut keterangan warga, semburan terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas proyek drainase masih berlangsung. Diduga operator alat berat tidak mengetahui keberadaan jaringan pipa gas dan pipa distribusi air bersih yang berada di bawah area pengerjaan.

    Akibat insiden tersebut, semburan air dan gas terus keluar dengan tekanan tinggi hingga mencapai ketinggian sekitar lima meter. Kondisi ini sempat membuat warga sekitar khawatir karena aroma gas tercium cukup kuat di sekitar lokasi kejadian.

    [baca_juga]

    “Warga sempat panik karena bau gas cukup menyengat dan semburannya sangat tinggi,” ujar salah seorang warga di lokasi.

    Untuk mengantisipasi risiko lebih besar, petugas menutup sementara akses jalan dari Jalan Sudirman menuju kawasan Perumnas 1 Bekasi Barat. Penutupan dilakukan guna memudahkan proses penanganan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang melintas.

    Petugas dari Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PDAM kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pemutusan sementara jaringan yang terdampak. Setelah dilakukan penanganan, semburan gas dan air akhirnya berhasil dihentikan.

    Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan serta investigasi guna memastikan penyebab pasti kejadian dan mencegah insiden serupa terulang pada proyek infrastruktur lainnya. (B7)

  • Dua Kebakaran Besar di Tangerang, Gudang Kayu dan Pabrik Sosis Hangus Dilalap Api

    Berita7 | Tangerang — Dua kebakaran besar melanda wilayah Tangerang pada Kamis (28/5/2026). Sebuah gudang kayu di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, serta pabrik pengolahan sosis di kawasan Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, dilaporkan terbakar hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.

    Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan langsung bergerak cepat dengan menurunkan sejumlah armada dan personel ke lokasi kebakaran gudang kayu di Pamulang. Api disebut cepat membesar karena material kayu yang mudah terbakar.

    Komandan Regu Pemadam, Imam, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat kobaran api yang terus merambat ke bagian bangunan lainnya.

    “Api cepat membesar karena banyak material kayu di dalam gudang. Kami terus menambah armada agar api tidak menjalar ke permukiman sekitar,” ujarnya.

    Sementara itu, kebakaran juga terjadi di sebuah pabrik pengolahan sosis di kawasan industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik pada mesin produksi sebelum akhirnya meludeskan area produksi pabrik.

    Komandan Peleton Damkar Kabupaten Tangerang, Amirudin, menjelaskan proses pemadaman melibatkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel yang diterjunkan sejak malam hari.

    “Asap cukup tebal dan api membakar hampir seluruh bagian produksi. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan titik api benar-benar padam,” katanya.

    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua peristiwa kebakaran tersebut memicu kepanikan warga sekitar. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi hingga aroma hangus tercium di sekitar lokasi kejadian.

    Warga yang berada di sekitar area kebakaran terlihat memadati lokasi sambil menggunakan masker dan menutup hidung akibat asap pekat yang menyebar cukup luas.

    Selain itu, aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di area kebakaran untuk kepentingan penyelidikan serta mengantisipasi kerumunan warga yang terus berdatangan.

    Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, khususnya di lokasi pabrik pengolahan sosis di Kabupaten Tangerang. (B7

  • Banjir 1 Meter di Cipondoh Tangerang, 60 KK Mengungsi dan Dievakuasi BPBD

    Banjir 1 Meter di Cipondoh Tangerang, 60 KK Mengungsi dan Dievakuasi BPBD

    Berita7 | Kota Tangerang — BPBD Kota Tangerang melakukan penanganan banjir di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Selasa (5/5/2026), setelah hujan deras menyebabkan genangan air mencapai lebih dari 1 meter. Kondisi ini berdampak langsung pada puluhan warga yang terpaksa mengungsi demi keselamatan.

    Sebanyak 60 kepala keluarga kini mulai mengungsi ke lokasi aman, setelah sebelumnya bertahan di rumah masing-masing saat air terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan warga di tengah kondisi banjir yang cukup parah.

    “Sebanyak 45 KK mengungsi di gedung RPH sapi dan 15 KK lainnya di musala, sementara sebagian warga masih bertahan di rumah,” ujar Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang.

    Ia menambahkan, langkah evakuasi tidak hanya berfokus pada penyelamatan warga, tetapi juga memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman melalui bantuan armada di lokasi.

    Selain itu, BPBD juga mengerahkan enam personel dengan satu unit truk perahu, satu perahu karet, serta tiga dayung untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan di kawasan terdampak. Hal ini semakin memperkuat respons cepat penanganan banjir.

    Sejumlah warga mengaku terpaksa meninggalkan rumah karena ketinggian air terus meningkat dan berisiko membahayakan keselamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut.

    BPBD berharap kondisi segera membaik dan warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (B7)

  • Banjir Rendam 5 Titik di Kota Tangerang Pagi Ini, Akses ke Jakarta Barat Terputus

    Banjir Rendam 5 Titik di Kota Tangerang Pagi Ini, Akses ke Jakarta Barat Terputus

    Berita7 | Kota Tangerang — Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari, Selasa (5/5/2026), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Sedikitnya lima titik terendam dan berdampak pada aktivitas warga.

    Berdasarkan data sementara, genangan air tersebar di wilayah Gaga, Taman Asri, Gempol Pinang, Rawa Kambing, serta kawasan sekitar aliran Kali Angke. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 hingga 90 sentimeter.

    “Pantauan di lapangan, ada beberapa titik genangan seperti Gaga, Taman Asri, Gempol Pinang, Rawa Kambing, dan sekitar DAS Kali Angke,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar.

    Ia menambahkan, titik banjir tertinggi berada di Kampung Candulan, Petir, dengan ketinggian mencapai 90 sentimeter. Petugas BPBD juga disiagakan di lokasi rawan untuk membantu warga terdampak.

    Situasi saat ini masih dalam penanganan, sementara banjir di beberapa titik dilaporkan mulai berangsur surut.

    Selain merendam permukiman, banjir juga memutus akses penghubung Tangerang–Jakarta Barat, tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Cipondoh. Hingga kini, kendaraan belum dapat melintas akibat genangan setinggi sekitar 50 sentimeter.

    Berita ini akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan. (B7)

  • Kebakaran Tiga Lapak Limbah di Jatiuwung Tangerang, Api Belum Padam

    Kebakaran Tiga Lapak Limbah di Jatiuwung Tangerang, Api Belum Padam

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Kebakaran melanda tiga lapak limbah di Jalan Dumpit Raya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu (3/5) sore. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan serta material di dalam lapak yang mudah terbakar.

    Asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari lokasi kejadian. Kobaran api merambat dengan cepat ke bangunan lain di sekitar akibat banyaknya material seperti kardus, drum, dan limbah minyak jelantah.

    Kencangnya tiupan angin membuat api semakin sulit dikendalikan hingga menghanguskan tiga lapak limbah yang masing-masing berisi kardus, minyak jelantah, serta limbah batu marmer.

    Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya 11 unit mobil damkar dari Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, serta melibatkan sekitar 55 personel untuk memadamkan api yang sempat membesar.

    Untuk mencegah api terus meluas, petugas bahkan melakukan pembongkaran pagar beton di sekitar lokasi agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat.

    Kepala UPT Damkar Kota Tangerang, Kamal, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran di lokasi tersebut.

    “Telah terjadi kebakaran tempat limbah, ini limbah macam-macam ya ada kardus ada drum macam-macam,” ujar Kamal.

    Ia menambahkan bahwa sembilan unit mobil damkar dari UPT Priuk dan Cibodas serta dua unit dari Kabupaten Tangerang dikerahkan ke lokasi kejadian.

    Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, menyebut terdapat tiga lapak yang terbakar dalam peristiwa tersebut, yakni lapak kardus, limbah minyak jelantah, dan limbah batu marmer.

    “Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi yang kemudian merembet ke tumpukan kardus dan memicu kobaran api besar,” jelasnya.

    Hingga Minggu malam, petugas masih melakukan proses pendinginan karena api belum sepenuhnya padam. (B7)

  • Hujan Deras Picu Banjir 31 RT di Jakarta dan Tangerang Selatan, Ketinggian Air Capai 130 Sentimeter

    Hujan Deras Picu Banjir 31 RT di Jakarta dan Tangerang Selatan, Ketinggian Air Capai 130 Sentimeter

    Berita7 | Jakarta,. – Hujan deras yang mengguyur kawasan Jabodetabek pada Kamis malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan. Genangan air dilaporkan muncul di berbagai titik dengan ketinggian yang bervariasi.

    Berdasarkan data Pusdalops BPBD DKI Jakarta pada Jumat pagi, sebanyak 31 Rukun Tetangga (RT) terdampak banjir di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai 130 sentimeter.

    Di Jakarta Selatan, terdapat 11 RT yang terendam banjir. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pondok Labu, Cipulir, Pondok Pinang, dan Kebayoran Lama Utara. Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi yang disertai luapan beberapa kali, seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.

    Sementara di Jakarta Timur, sebanyak 20 RT juga terendam banjir. Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Ciliwung.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penanganan di lapangan.

    Di luar Jakarta, genangan juga terjadi di wilayah Tangerang Selatan. Tepatnya di Jalan Raya Pondok Aren, depan Perumahan Taman Mangu Indah, banjir masih terlihat pada Jumat pagi.

    Terdapat dua titik genangan di ruas jalan tersebut, yakni di depan Pasar Ceger dan setelah turunan menuju kawasan perumahan. Kedua titik ini merupakan area terendah sehingga mudah tergenang saat hujan deras.

    Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 30 sentimeter. Sejumlah kendaraan masih terlihat melintas dengan hati-hati, sementara sebagian pengendara memilih berhenti menunggu kondisi lebih aman.

    Peristiwa banjir ini kembali menjadi perhatian publik mengingat intensitas hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan untuk mengurangi dampak genangan di sejumlah titik rawan. (B7)