Tag: Universitas Mercu Buana

  • UMB Bangun Teknologi Penampung Air Pintar di Tangerang, 53 Warga Rasakan Dampaknya

    Berita7 | Kota Tangerang – Inovasi menghadapi perubahan iklim kini hadir di lingkungan permukiman warga Kota Tangerang. Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Asri berhasil membangun Groundwater Tank (GWT) berbasis Smart Rain Garden di Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang.

    Program yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat tersebut tidak hanya membantu pengelolaan air secara berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui pengembangan pertanian urban.

    Keberadaan teknologi tersebut menjadi perhatian karena mampu menyimpan air hujan saat musim penghujan dan memanfaatkannya kembali ketika musim kemarau. Sistem ini sekaligus menjadi solusi inovatif dalam mengurangi risiko genangan dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.

    Ketua KWT Cempaka Asri, Nyimas Tri Dewi, mengatakan program tersebut membawa perubahan besar bagi para anggota kelompok tani yang selama ini aktif mengembangkan pertanian perkotaan di lingkungan mereka.

    Setelah mendapatkan pendampingan dari Universitas Mercu Buana dan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, kemampuan anggota dalam mengelola pertanian urban meningkat secara signifikan.

    “Kami mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi pertanian dan manajemen air. Tanggapan seluruh anggota sangat baik dan kami berterima kasih kepada Universitas Mercu Buana serta DLH Kota Tangerang,” ujarnya.

    Program ini juga melibatkan sekitar 53 warga melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi lingkungan yang terintegrasi dengan Program Kampung Iklim (Proklim). Kehadiran Groundwater Tank berbasis Smart Rain Garden diharapkan menjadi aset jangka panjang yang dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

    Nyimas menjelaskan, hasil panen sayuran yang dihasilkan nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat dipasarkan di lingkungan sekitar melalui berbagai kegiatan warga.

    “Harapannya, KWT Cempaka Asri semakin mandiri. Hasil panen dapat diperjualbelikan dalam kegiatan warga sehingga mampu membantu menambah pemasukan keluarga,” katanya.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Dosen Pembimbing Universitas Mercu Buana, Dr. Ir. Uly Amrina, menjelaskan konsep yang diterapkan berfokus pada pengelolaan air berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim di kawasan perkotaan.

    Menurutnya, saat musim hujan, limpasan air akan ditampung secara optimal di tandon bawah tanah untuk mengurangi potensi banjir maupun genangan di lingkungan permukiman. Ketika musim kemarau tiba, cadangan air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan penyiraman tanaman.

    “Konsep ini dirancang untuk menciptakan siklus pemanfaatan air yang efisien dan berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki sumber air cadangan yang dapat digunakan kapan saja,” jelasnya.

    Keunggulan lain dari program tersebut adalah penggunaan teknologi Smart Rain Garden yang dilengkapi sensor pintar untuk memantau tingkat kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman secara otomatis.

    Teknologi tersebut membuat proses penyiraman menjadi lebih efektif, tepat sasaran dan hemat air sehingga mendukung produktivitas pertanian urban sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat diterapkan langsung untuk menjawab tantangan perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga di tingkat lingkungan. (B7

  • DLH Kota Tangerang Gandeng Universitas Mercu Buana, Perkuat Program Lingkungan Berbasis Riset

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana (UMB), Senin (25/5/2026). Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola lingkungan hidup berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi di Kota Tangerang.

    Kerja sama yang akan berlangsung selama tiga tahun tersebut difokuskan pada pengembangan program lingkungan berkelanjutan, mulai dari pembinaan Kampung Iklim (ProKlim), penghijauan ruang terbuka hijau (RTH), hingga pengembangan teknologi pemeliharaan tanaman di fasilitas publik. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.

    “Kami ingin menghasilkan karya nyata bersama antara dunia pendidikan dan Pemerintah Kota Tangerang,” ujar Wawan Fauzi.

    Ia menambahkan, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan teknis lingkungan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Selain pengembangan ProKlim, DLH Kota Tangerang juga berencana memperluas kolaborasi ke sektor pengolahan sampah, edukasi masyarakat hingga penguatan komitmen industri terhadap pengelolaan limbah. Langkah ini semakin memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam menciptakan solusi lingkungan yang inovatif.

    Sejumlah warga dan pemerhati lingkungan menyambut positif kolaborasi tersebut karena dinilai mampu menghadirkan program yang lebih efektif dan berbasis riset ilmiah. Kehadiran perguruan tinggi dianggap penting untuk mendorong lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan lingkungan kota.

    DLH Kota Tangerang berharap kemitraan ini dapat terus berkembang guna menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat, hijau dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat partisipasi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem perkotaan. (B7)