Tag: Sungai Cisadane

  • Gerakan 1 Juta Pohon Menggema di Tangerang, Misi Besar Selamatkan Lingkungan dari Ancaman Banjir dan Krisis Iklim

    Berita7 | Tangerang,. – Gelombang kepedulian lingkungan terus tumbuh di Tangerang Raya. Di tengah ancaman perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan risiko banjir yang semakin meningkat, Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk menargetkan penanaman satu juta pohon sebagai langkah nyata menyelamatkan lingkungan untuk generasi mendatang.

    Gerakan yang diinisiasi Banksasuci Foundation bersama Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) tersebut menjadi salah satu aksi penghijauan terbesar yang pernah dilakukan secara kolaboratif di wilayah Tangerang Raya.

    Penanaman pohon dilakukan di berbagai titik strategis mulai dari bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, kawasan situ dan danau, hingga ruang terbuka hijau yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

    [baca_juga]

    Hingga pertengahan 2026, sebanyak 212 ribu pohon telah berhasil ditanam. Angka tersebut menjadi langkah awal menuju target besar satu juta pohon yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

    Inisiator Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk, Ade Yunus, mengatakan pohon memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, meningkatkan daya resap air, mencegah erosi, serta membantu mengurangi risiko banjir yang kerap menghantui sejumlah wilayah di Tangerang.

    Menurutnya, penanaman pohon merupakan salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk mengurangi jejak karbon dan menghadapi tantangan perubahan iklim yang kini menjadi perhatian dunia.

    Gerakan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Banten yang telah menyalurkan 5.000 bibit pohon untuk ditanam di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, anak sungai, hingga saluran irigasi.

    Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya mitigasi bencana dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan apresiasi kepada para pegiat lingkungan yang dinilainya telah menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mampu menyuarakan kritik, tetapi juga menghadirkan solusi melalui aksi nyata.

    Dukungan serupa datang dari Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang berharap gerakan tersebut mampu mendorong peningkatan Ruang Terbuka Hijau hingga mencapai 20 sampai 25 persen di wilayah Kabupaten Tangerang.

    Lebih dari sekadar menanam pohon, gerakan ini menjadi simbol kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

    Di tengah meningkatnya suhu global dan berbagai ancaman lingkungan yang semakin nyata, satu juta pohon bukan sekadar angka. Ia menjadi harapan baru bagi masa depan Tangerang yang lebih hijau, lebih sejuk, dan lebih aman bagi generasi mendatang. (B7

  • Aktivis Desak Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane Segera Ditetapkan, Penanganan Dinilai Terlalu Lama

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) kembali menyuarakan desakan kepada Aparat Penegak Hukum dan Kementerian Lingkungan Hidup agar segera menuntaskan kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane yang terjadi setelah insiden kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD.

    Aksi simpatik yang digelar di depan kawasan pergudangan tersebut menjadi bentuk dorongan agar proses hukum berjalan lebih cepat dan menghasilkan kepastian hukum bagi masyarakat. Menurut para aktivis, kasus yang telah bergulir selama beberapa bulan belum menunjukkan adanya penetapan tersangka.

    Koordinator Advokasi Kalung, Fale Wali, menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas sehingga ada pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

    “Kami mendesak Aparat Penegak Hukum dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera menuntaskan kasus pencemaran Sungai Cisadane. Harus ada pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

    Ia menilai proses yang berlangsung cukup lama berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap upaya perlindungan lingkungan hidup. Menurutnya, berbagai kegiatan konservasi akan kehilangan makna apabila tidak diiringi dengan penegakan hukum yang kuat.

    Fale juga menyampaikan bahwa sudah sekitar lima bulan sejak peristiwa terjadi, namun hingga kini belum ada pihak yang diumumkan sebagai tersangka meskipun proses hukum telah meningkat ke tahap penyidikan.

    Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan menyatakan bahwa penanganan perkara dugaan pencemaran Sungai Cisadane telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu.

    Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menyampaikan bahwa penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan ahli guna mengungkap fakta dalam perkara tersebut.

    Selain proses penyidikan oleh kepolisian, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan juga telah meminta keterangan dari perwakilan pengelola kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD sebagai bagian dari pengumpulan informasi terkait peristiwa kebakaran dan dugaan pencemaran lingkungan.

    Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden tersebut sehingga proses hukum dapat berjalan berdasarkan fakta dan alat bukti yang tersedia.

    Kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane terus menjadi perhatian publik karena menyangkut kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat yang bergantung pada ekosistem sungai. Berbagai kalangan berharap proses hukum dapat berjalan transparan, profesional, dan memberikan kepastian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*

  • Jaga Masa Depan Cisadane, Pemkot Tangerang Perkuat Kolaborasi Lingkungan Lewat Lebaran Cisadane 2026

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Semangat menjaga lingkungan dan memperkuat kolaborasi lintas daerah menjadi pesan utama dalam pembukaan Lebaran Cisadane dan Cisadane Awards 2026 yang berlangsung di kawasan Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah se-Tangerang Raya, komunitas lingkungan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan masyarakat.

    Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa persoalan sampah dan pencemaran sungai tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan antarwilayah. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama nyata dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan ekosistem sungai.

    “Yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, tetapi kerja sama dan solusi bersama agar Sungai Cisadane tetap bersih dan terjaga,” ujar Maryono.

    Ia menjelaskan, pengelolaan sampah dan limbah harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di sepanjang aliran Sungai Cisadane.

    [baca_juga]

    Maryono juga mengapresiasi konsistensi Bangsa Suci Foundation bersama para pegiat lingkungan yang selama ini aktif melakukan edukasi, kampanye, dan aksi nyata pelestarian sungai.

    Menurutnya, Sungai Cisadane bukan hanya sekadar aliran air, tetapi merupakan aset strategis yang menopang kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Tangerang Raya.

    “Sungai Cisadane adalah aset bersama. Menjaganya berarti menjaga masa depan kita bersama,” tegasnya.

    Selain penguatan kolaborasi, kegiatan Lebaran Cisadane dan Cisadane Awards 2026 juga menjadi sarana membangun kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab agar tidak merusak ekosistem sungai.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap melalui kegiatan tersebut kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat sehingga Sungai Cisadane tetap menjadi sumber kehidupan yang bersih, sehat, dan bermanfaat bagi generasi saat ini maupun masa mendatang.

    Pesan pelestarian lingkungan pun kembali digaungkan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai sebagai warisan berharga bagi generasi berikutnya.

    “Jaga Sungai Cisadane. Karena air adalah sumber kehidupan.”(B7

  • Aksi Bersih Sungai Cisadane di Tangerang, Camat Yudi Pradana dan Warga Gaungkan Kepedulian Lingkungan

    Berita7 | Kota Tangerang — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Tangerang berlangsung meriah melalui rangkaian kegiatan bertema “Aksi untuk Iklim”. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian publik adalah aksi bersih-bersih Sungai Cisadane yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

    Camat Tangerang, Yudi Pradana, S.H., bersama jajaran staf Kecamatan Tangerang turut ambil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan sepanjang bantaran Sungai Cisadane, mulai dari kawasan Kampung Bekelir hingga Hutan Kota Tangerang.

    [baca_juga]

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, AP, M.Si., serta Founder Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Ade Yunus. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan sungai.

    “Aksi kecil yang dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” ujar Yudi Pradana di sela kegiatan.

    Menurutnya, menjaga kebersihan sungai tidak hanya berkaitan dengan estetika lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat, pencegahan banjir, serta keberlanjutan ekosistem di wilayah perkotaan.

    Selain melakukan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai, peserta kegiatan juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut memberikan dukungan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin.

    Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Tangerang berharap semangat menjaga lingkungan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta kawasan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (B7

  • Festival Cisadane 2026 Siap Digelar 5 Hari, Disbudpar Kota Tangerang Hadirkan Perayaan Budaya dan UMKM Terbesar

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menghadirkan agenda budaya terbesar yang selalu dinantikan masyarakat. Festival Cisadane 2026 dipastikan akan berlangsung selama lima hari penuh mulai 22 hingga 26 Juli 2026 di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng, bantaran Sungai Cisadane.

    Mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage”, festival tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif serta penguatan identitas Kota Tangerang sebagai kota yang kaya sejarah dan budaya.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan Festival Cisadane 2026 dirancang dengan konsep yang lebih kuat dan bermakna dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Menurutnya, tema yang diangkat merepresentasikan warisan budaya yang terus mengalir seperti Sungai Cisadane sekaligus menggambarkan semangat masyarakat Kota Tangerang yang terus tumbuh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

    “Aliran Sungai Cisadane melambangkan warisan luhur yang terus hidup dari generasi ke generasi. Di sisi lain, keberanian menjadi simbol masyarakat Kota Tangerang yang terus berinovasi, berkolaborasi dan bergerak maju bersama,” ujar Boyke.

    Festival Cisadane selama ini dikenal sebagai salah satu agenda wisata unggulan Kota Tangerang yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tahun ini, Disbudpar Kota Tangerang kembali menyiapkan beragam atraksi budaya, seni tradisional, hiburan masyarakat hingga ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

    Tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Festival Cisadane 2026 juga menjadi wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas kreatif hingga pelaku UMKM.

    “Kami mengintegrasikan Festival Cisadane dengan penguatan ekonomi lokal melalui fasilitasi ratusan stan UMKM. Harapannya, festival ini tidak hanya menjadi magnet wisata tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

    Keberadaan ratusan pelaku UMKM yang akan terlibat diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi selama festival berlangsung. Produk-produk unggulan lokal akan ditampilkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kota Tangerang kepada wisatawan.

    Selain itu, Festival Cisadane juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai kekayaan budaya daerah kepada generasi muda agar tetap terjaga dan berkembang di tengah modernisasi.

    Disbudpar Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat, wisatawan dan pecinta budaya untuk hadir dan meramaikan Festival Cisadane 2026 yang akan berlangsung pada 22 hingga 26 Juli mendatang.

    “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari Festival Cisadane 2026. Mari bersama merayakan warisan budaya sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi kreatif Kota Tangerang,” tutup Boyke. (B7

  • 12,7 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Cisadane, Aksi Lebaran Cisadane 2026 Jadi Sorotan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Berita7 | Kota Tangerang – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Tangerang diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak 12,7 ton sampah berhasil diangkut dari aliran Sungai Cisadane dalam kegiatan Lestarikan Bersama Sumber Kehidupan (Lebaran Cisadane) 2026 yang digelar Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) bersama Pemerintah Kota Tangerang dan berbagai pemangku kepentingan, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, mulai dari Kampung Bekelir hingga Hutan Kota Tangerang, menjadi bukti kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.

    [baca_juga]

    Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi bersih sungai tersebut. Menurutnya, Sungai Cisadane memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga harus dijaga bersama secara berkelanjutan.

    “Sungai Cisadane merupakan sumber kehidupan yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Maryono.

    Data hasil kegiatan menunjukkan masih tingginya volume sampah yang mencemari aliran sungai. Sampah yang berhasil diangkat didominasi oleh limbah domestik seperti plastik sekali pakai, kantong kresek, styrofoam hingga berbagai jenis sampah rumah tangga lainnya.

    Founder Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Ade Yunus, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan pembersihan sungai. Diperlukan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

    “Kami ingin mengajak seluruh pihak untuk tidak menjadikan Sungai Cisadane sebagai tempat pembuangan sampah. Pelestarian sungai harus dilakukan bersama melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat,” katanya.

    Selain aksi bersih sungai, rangkaian Lebaran Cisadane 2026 juga diisi dengan pemberian Cisadane Award 2026 kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi aktif dalam upaya menjaga dan melestarikan Sungai Cisadane.

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar gerakan pelestarian lingkungan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak di wilayah Tangerang Raya.

    Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Namun melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kelestarian Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan masyarakat dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. (B7

  • Banjir Mengintai! Pemkot Tangerang Kini Pantau Sungai Cisadane Real Time dari Hulu

    Banjir Mengintai! Pemkot Tangerang Kini Pantau Sungai Cisadane Real Time dari Hulu

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang memperkuat sistem mitigasi banjir dengan mengintegrasikan Pos Pantau Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat deteksi potensi banjir dari kawasan hulu secara real time.

    Integrasi tersebut menjadi bagian dari penguatan Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTU) milik Pemkot Tangerang yang selama ini digunakan untuk memantau perkembangan debit air di sejumlah titik rawan banjir.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, tim gabungan telah melakukan pemantauan lapangan guna memastikan kesiapan perangkat dan sinkronisasi sistem sebelum integrasi resmi dijalankan.

    Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan kecepatan respons petugas saat terjadi peningkatan debit air dari kawasan hulu Sungai Cisadane.

    “Kami telah melakukan survei lapangan untuk mengecek perangkat, sinkronisasi data, serta koordinasi teknis antartim agar sistem integrasi pemantauan ini berjalan optimal,” ujar Taufik, Kamis (7/5/2026).

    Lewat sistem terbaru ini, Pemkot Tangerang nantinya dapat memantau kondisi muka air Sungai Cisadane melalui kamera CCTV yang beroperasi secara langsung atau real time.

    Data yang diterima dari wilayah hulu dinilai menjadi senjata penting dalam upaya mitigasi dini, terutama saat curah hujan tinggi melanda kawasan Bogor dan sekitarnya yang berpotensi mengirim debit air besar ke wilayah Tangerang.

    Pemkot Tangerang menilai integrasi sistem tersebut dapat membantu petugas mengambil langkah lebih cepat sebelum banjir meluas ke permukiman warga.

    Selain memperkuat pengawasan di wilayah Serpong, integrasi ini juga menjadi bagian dari pengembangan sistem pemantauan banjir terpadu lintas daerah.

    Sebelumnya, Pemkot Tangerang telah lebih dulu mengintegrasikan sistem mitigasi banjir dengan Pos Pantau Batu Beulah di Kabupaten Bogor pada akhir tahun lalu.

    Tidak berhenti di situ, Pemkot Tangerang juga berencana merealisasikan integrasi serupa di Pos Pantau Tajur Kabupaten Bogor untuk memantau kawasan hulu Kali Serua.

    Pemantauan juga akan diperluas ke Perumahan Mutiara Tangsel guna mengawasi perkembangan debit air di hulu Kali Angke yang selama ini menjadi salah satu titik perhatian saat musim hujan tiba.

    Langkah agresif Pemkot Tangerang dalam memperkuat sistem pemantauan banjir ini mendapat perhatian karena dinilai menjadi solusi penting untuk menekan risiko genangan yang kerap menghantui sejumlah wilayah saat cuaca ekstrem terjadi.

    Dengan sistem pemantauan yang semakin terintegrasi dan real time, Pemkot Tangerang berharap proses mitigasi bencana dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif demi melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang datang sewaktu-waktu. (B7)