Tag: sekolah gratis tangerang

  • SPMB SD Negeri Kota Tangerang 2026 Berjalan Lancar, Dindik Siapkan 18 Ribu Kursi dan 141 Sekolah Gratis

    Berita7 | Kota Tangerang – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar Negeri Tahun Ajaran 2026-2027 di Kota Tangerang berjalan lancar. Dinas Pendidikan Kota Tangerang memastikan seluruh proses pendaftaran, verifikasi, dan validasi data calon murid terus berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dr. Wahyudi Iskandar, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan pra-SPMB hingga saat ini berjalan baik. Meski terdapat beberapa kendala teknis, seluruh permasalahan dapat segera ditangani sehingga tidak menghambat proses penerimaan peserta didik baru.

    “Kami memastikan pelaksanaan pra-SPMB berjalan lancar. Apabila ada masyarakat yang belum menerima notifikasi melalui WhatsApp, silakan melapor melalui helpdesk Dinas Pendidikan atau operator sekolah. Seluruh laporan akan kami tindak lanjuti sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Wahyudi.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat.

    Ia menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB dilakukan sepenuhnya melalui sistem online yang terbuka sehingga tidak ada praktik titip-menitip maupun jual beli kursi sekolah.

    “Semua proses dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui sistem SPMB. Tidak ada titipan maupun beli bangku sekolah. Seluruh masyarakat memiliki akses dan hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan di Kota Tangerang,” tegasnya.

    [baca_juga]

    Pada tahun ajaran 2026-2027, Pemerintah Kota Tangerang menyediakan hampir 18 ribu kursi untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri yang tersebar di berbagai wilayah. Sementara jumlah calon murid yang diperkirakan mendaftar mencapai sekitar 25 ribu anak.

    Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir apabila belum mendapatkan kursi di sekolah negeri. Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan alternatif pendidikan melalui program sekolah gratis yang bekerja sama dengan sekolah swasta dan madrasah.

    Saat ini terdapat sekitar 141 sekolah gratis yang menjadi mitra Pemerintah Kota Tangerang, terdiri dari puluhan sekolah swasta dan madrasah yang siap menampung peserta didik sesuai kebutuhan daya tampung pendidikan dasar.

    “Kami telah menyiapkan sekolah gratis yang bermitra dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Jadi masyarakat tidak perlu cemas apabila belum tertampung di sekolah negeri,” jelas Wahyudi.

    Dinas Pendidikan juga memastikan pelaksanaan SPMB Tahap II akan tetap dibuka sesuai jadwal hingga Juli 2026. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan melengkapi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Untuk memudahkan akses informasi, masyarakat dapat memanfaatkan portal pra-SPMB Kota Tangerang serta layanan pengaduan yang disediakan Dinas Pendidikan. Kanal tersebut menjadi sarana resmi untuk memperoleh informasi, menyampaikan keluhan, maupun mendapatkan bantuan apabila mengalami kendala selama proses pendaftaran berlangsung.

    Melalui sistem yang semakin transparan, digital, dan akuntabel, Pemerintah Kota Tangerang berharap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026-2027 dapat berjalan sukses sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas. (B7

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Program Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang, Dinilai Jadi Terobosan Nasional

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Program Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang, Dinilai Jadi Terobosan Nasional

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program sekolah swasta gratis yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang, yang dinilai mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat, khususnya siswa dari keluarga prasejahtera di wilayah Kota Tangerang dan Provinsi Banten.

    Apresiasi tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa (O2SN, FLS3N, LKS SMK) Banten 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026), di hadapan jajaran pemerintah daerah serta para peserta pendidikan dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menilai program sekolah swasta gratis yang mengakomodasi 146 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta sederajat di Kota Tangerang merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan pemerataan pendidikan.

    Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya bersifat inovatif, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat luas.

    “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan program sekolah swasta gratis yang sudah berjalan di Kota Tangerang dan Provinsi Banten. Semoga program ini bisa direplikasi di daerah-daerah lainnya karena telah terbukti memberikan dampak manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.

    Program sekolah gratis yang digagas Pemkot Tangerang tersebut juga mulai direplikasi oleh Pemerintah Provinsi Banten sejak tahun 2025 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

    Kebijakan ini dinilai menjadi solusi konkret dalam mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu faktor utama keterbatasan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

    Di lokasi yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa sejak implementasinya, program sekolah swasta gratis telah melibatkan 801 SMA atau sederajat di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

    Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari enam ribu siswa yang kini dapat mengakses pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah.

    “Ini adalah upaya nyata untuk memutus kendala akses pendidikan karena faktor ekonomi,” papar Andra Soni.

    Baik pemerintah pusat maupun daerah berharap program ini dapat terus diperluas dan direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

    Selain memperluas akses pendidikan, kebijakan ini juga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan memiliki talenta di berbagai bidang di masa depan. (B7)