Tag: RSUD Kabupaten Tangerang

  • 66 Warga Kabupaten Tangerang Jalani Operasi Katarak Gratis, Penglihatan Kembali Terang dengan Teknologi Modern

    Berita7 | Kabupaten Tangerang,. – kembali menghadirkan kabar menggembirakan bagi masyarakat. Sebanyak 66 warga menjalani operasi katarak gratis di RSUD Kabupaten Tangerang melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Sentra Mulia Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Banten.

    Program yang digelar dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 tersebut menyasar masyarakat kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

    Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan seluruh peserta telah melalui proses verifikasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Tangerang agar bantuan tepat sasaran.

    “Peserta operasi berasal dari kelompok masyarakat yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Program ini dibiayai pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Pelaksanaan operasi dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang dengan dukungan empat ruang operasi dan tim medis khusus mata yang disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta.

    Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, Endang Widyastiwi, mengatakan rumah sakit juga menyediakan layanan kontrol pascaoperasi guna memastikan kondisi pasien terus terpantau hingga masa pemulihan selesai.

    Menurutnya, pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan hasil operasi berjalan optimal dan mengurangi risiko komplikasi.

    Yang menarik, operasi kali ini menggunakan metode **fakoemulsifikasi**, yakni teknik bedah katarak modern dengan sayatan yang lebih kecil sehingga proses tindakan lebih cepat dan masa pemulihan pasien menjadi lebih singkat.

    [baca_juga]

    Ketua Perdami Banten, Darmawan M. Sophian, menjelaskan metode tersebut menjadi salah satu teknologi terkini dalam penanganan katarak.

    “Teknik ini memungkinkan tindakan dilakukan lebih cepat dengan luka operasi yang minimal sehingga pemulihan pasien dapat berlangsung lebih singkat,” jelasnya.

    Untuk mendukung program tersebut, Perdami Banten menerjunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata yang bertugas melakukan operasi dan pemantauan kesehatan pasien.

    Salah satu peserta operasi, Sopian, warga Kecamatan Cisoka, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut setelah lama mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

    “Penglihatan saya sudah terganggu cukup lama. Dengan adanya operasi gratis ini saya berharap bisa kembali beraktivitas normal. Pelayanannya juga sangat baik dan tidak dipungut biaya,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, menyampaikan keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, tenaga kesehatan, hingga pendamping sosial yang menjaring calon penerima manfaat di 29 kecamatan.

    Program operasi katarak gratis ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan kembali kualitas penglihatan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, sekaligus menekan risiko kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui tindakan medis. (B7)

  • Periuk Digegerkan Penusukan di Klinik Gigi, Perawat Alami Luka Serius Usai Diserang Pasien

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Insiden mengejutkan terjadi di sebuah klinik gigi di kawasan Periuk, Kota Tangerang. Seorang perawat menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh pasien usai menjalani perawatan medis, Sabtu (30/5/2026) sore.

    Peristiwa tersebut terjadi di Klinik King Dental Regency yang berada di Jalan Raya Regency, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, sekitar pukul 16.00 WIB.

    Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku.

    “Benar telah terjadi tindak pidana penusukan terhadap seorang perawat. Pelaku sudah diamankan beserta barang bukti dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rabiin.

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku berinisial MA datang ke klinik untuk menjalani tindakan pembersihan karang gigi. Setelah proses perawatan selesai dilakukan dokter, pelaku meminta izin menggunakan toilet.

    [baca_juga]

    Korban yang diketahui berinisial VS kemudian mengantar pelaku menuju fasilitas tersebut. Namun situasi mendadak berubah ketika pelaku keluar dari kamar mandi dan memanggil korban untuk mendekat.

    Tanpa menaruh curiga, korban menghampiri pelaku. Secara tiba-tiba, pelaku mengeluarkan sebilah pisau yang diduga telah disembunyikan di dalam tasnya dan langsung melakukan penyerangan.

    Akibat serangan itu, korban mengalami sejumlah luka tusuk dan sayatan pada bagian tangan, punggung, hingga perut. Rekan kerja dan tenaga medis di lokasi segera memberikan pertolongan sebelum korban dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan penanganan intensif.

    Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan serta perlengkapan lain yang dibawa pelaku saat kejadian.

    Hingga kini, motif penyerangan masih menjadi fokus penyelidikan. Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, menunggu hasil visum korban, serta menelusuri latar belakang pelaku guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

    Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil penyelidikan resmi. (B7