Tag: PPDB Tangerang

  • Sekolah Negeri Penuh, Wali Kota Tangerang Pastikan Sekolah Swasta Gratis Jadi Solusi untuk Ribuan Siswa

    Berita7 | TANGERANG – Keterbatasan daya tampung sekolah negeri kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Tangerang memastikan program sekolah swasta gratis terus diperkuat sebagai solusi agar seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum berhasil lolos seleksi masuk sekolah negeri. Pemerintah telah menyiapkan ratusan sekolah swasta yang tergabung dalam program sekolah swasta gratis dengan kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, keterbatasan jumlah sekolah negeri menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Saat ini Kota Tangerang memiliki 471 Sekolah Dasar Negeri dan 34 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang harus melayani kebutuhan pendidikan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

    “Kami terus mendorong kualitas pendidikan di sekolah swasta agar semakin baik dan mampu memberikan layanan pendidikan yang setara,” ujar Sachrudin, Senin (8/6/2026).

    Ia menegaskan program sekolah swasta gratis bukan sekadar alternatif, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas hanya karena keterbatasan kursi di sekolah negeri.

    Pemkot Tangerang juga terus melakukan penguatan mutu pendidikan melalui berbagai program peningkatan kualitas guru, sarana pembelajaran, hingga pengawasan terhadap proses belajar mengajar di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

    Sachrudin juga mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui sekolah negeri atau sekolah yang dianggap favorit. Menurutnya, banyak tokoh sukses yang lahir dari sekolah biasa namun mampu meraih prestasi karena dukungan keluarga dan lingkungan yang baik.

    “Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh status sekolah. Peran orang tua dan lingkungan juga sangat menentukan keberhasilan anak dalam meraih masa depan,” katanya.

    Selain memastikan akses pendidikan, Pemkot Tangerang juga menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan SPMB 2026 agar berjalan bersih dan transparan. Pemerintah telah membentuk tim pengawasan khusus yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mengawal proses seleksi.

    Sachrudin menegaskan tidak boleh ada praktik kecurangan dalam penerimaan siswa baru, termasuk pungutan liar maupun praktik titip-menitip yang merugikan masyarakat.

    “Kami ingin SPMB berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan. Tidak boleh ada pungli maupun praktik yang mencederai keadilan dalam penerimaan siswa baru,” tegasnya.

    Tak hanya itu, menjelang pembagian rapor akhir tahun ajaran, Sachrudin juga mengajak para ayah untuk hadir langsung mengambil rapor anak di sekolah. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap motivasi, kepercayaan diri, dan perkembangan psikologis anak.

    Ia berharap seluruh rangkaian SPMB 2026 dapat berjalan lancar sehingga setiap anak di Kota Tangerang memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala persoalan daya tampung sekolah negeri. (B7

  • Kota Tangerang Matangkan SPMB 2026, Prioritaskan Akses Pendidikan Inklusif

    Kota Tangerang Matangkan SPMB 2026, Prioritaskan Akses Pendidikan Inklusif

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP Tahun 2026. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

    Sebanyak enam jalur pendaftaran disiapkan untuk jenjang SD dan enam jalur lainnya untuk jenjang SMP pada pelaksanaan SPMB 2026. Kebijakan tersebut menunjukkan peningkatan pelayanan pendidikan yang lebih inklusif dibanding pelaksanaan sebelumnya dengan penekanan pada transparansi dan pemerataan akses sekolah.

    “Insyaallah, proses persiapan sampai dengan hari ini semuanya berjalan dengan baik, tidak ada kendala secara teknis yang ditemukan,” ujar Wahyudi Iskandar selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Senin (11/5/26).

    Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada pemerataan pendidikan dan pelayanan sosial bagi masyarakat Kota Tangerang, khususnya bagi calon peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik.

    Pemkot Tangerang juga menyiapkan jalur khusus bagi calon peserta didik penyandang disabilitas guna memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

    Untuk jenjang SD, jalur pendaftaran meliputi jalur disabilitas pada 2–3 Juni 2026, jalur mutasi 5 Juni 2026, jalur afirmasi 8 Juni 2026, jalur domisili lingkungan 10 Juni 2026, jalur domisili wilayah 12–13 Juni 2026, serta jalur domisili umum atau luar kota pada 17 Juni 2026.

    Sementara itu, untuk jenjang SMP, jadwal pendaftaran dimulai dari jalur disabilitas pada 19–20 Juni 2026, jalur afirmasi 23–24 Juni 2026, jalur domisili 26–27 Juni 2026, jalur mutasi 30 Juni 2026, jalur prestasi lomba 2 Juli 2026, dan jalur prestasi nilai rapor dalam maupun luar kota pada 6–7 Juli 2026.

    Sejumlah pihak menyambut baik langkah tersebut karena dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan layanan pendidikan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, transparan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses sekolah bagi seluruh calon peserta didik di wilayah tersebut. (B7)