Tag: Polri

  • Kapolri Mutasi 22 Perwira Tinggi dan Menengah ke Polda Luar Jawa, Sejumlah Kapolda Berganti

    Berita7 | JAKARTA,. – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sebanyak 22 personel mendapatkan penugasan baru di berbagai Polda luar Pulau Jawa sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier.

    [baca_juga]

    Kebijakan tersebut mencakup pergantian sejumlah Kapolda, Wakapolda, hingga pejabat utama di lingkungan kepolisian daerah. Mutasi dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

    Dalam keterangannya, Polri menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan mendorong regenerasi kepemimpinan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” demikian keterangan yang dikutip, Jumat (29/5/2026).

    Polri berharap pergantian pejabat tersebut dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat di berbagai daerah.

    Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan situasi keamanan dan kebutuhan masyarakat

    [baca_juga]

    “Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

    Dalam mutasi terbaru tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Di antaranya Irjen Pol Djati Wityoto Abadhy yang ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Agus Wijayanto sebagai Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar sebagai Kapolda Kalimantan Barat, serta Brigjen Pol Arif Budiman yang dipercaya menjabat Kapolda Maluku Utara.

    Sementara itu, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji mendapat promosi sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Nasri sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, dan Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid menjabat Kapolda Bengkulu.

    Mutasi juga menyentuh posisi Wakapolda di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Bengkulu.

    Langkah penyegaran ini diharapkan semakin memperkuat kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah Indonesia. (B7

  • Jakarta Resmi Mutasi Besar-Besaran Polri, Kapolri Lantik Sejumlah Kapolda Baru

    Jakarta Resmi Mutasi Besar-Besaran Polri, Kapolri Lantik Sejumlah Kapolda Baru

    Berita7 | Jakarta — Listyo Sigit Prabowo memimpin pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama Mabes Polri serta beberapa Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, salah satu perwira tinggi yang dilantik adalah Komjen Panca Putra sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Selain itu, sejumlah posisi Kapolda juga mengalami rotasi sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

    Beberapa Kapolda yang dilantik di antaranya Brigjen Nasri sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Himawan Bayu Aji sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, serta Brigjen Arif Budiman sebagai Kapolda Maluku Utara. Selain itu, Irjen Kalingga Rendra Raharja ditunjuk sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat, dan Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid sebagai Kapolda Bengkulu.

    Kapolri juga melantik Kombes Yudi Arkara Oktabera sebagai Kepala Pelayanan Markas Polri dalam rangka penguatan struktur pelayanan internal institusi.

    Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk pembinaan karier serta penguatan kelembagaan Polri.

    “Mutasi jabatan pada institusi Polri merupakan bentuk penyegaran sekaligus pengembangan karier personel,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat segera bekerja optimal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, rotasi ini juga bertujuan

    memperkuat profesionalitas, soliditas internal, dan efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai wilayah Indonesia.

    Dengan pengalaman dan kompetensi para pejabat yang dilantik, Polri optimistis kinerja organisasi akan semakin meningkat dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. (B7)

  • Polri Perkuat Toleransi di Jakarta, Komunitas Falun Gong Libatkan Sinergi Keamanan

    Polri Perkuat Toleransi di Jakarta, Komunitas Falun Gong Libatkan Sinergi Keamanan

    Berita7 | Jakarta — Polri resmi memperkuat sinergi dan silaturahmi bersama komunitas Falun Gong di Jakarta dalam upaya meningkatkan toleransi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah ini berdampak langsung pada terciptanya hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat ibu kota.

    Sebagai miniatur Indonesia, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku, agama, ras, golongan, dan budaya. Kondisi tersebut menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif dengan tingkat keberagaman yang tinggi.

    Melalui kegiatan silaturahmi bersama Ketua Komunitas Falun Gong Jakarta, Zaenal, Polri mendorong terciptanya kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh elemen masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi, keamanan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

    “Silaturahmi menjadi langkah penting dalam membangun toleransi dan menjaga keamanan bersama,” ujar Zaenal.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kepercayaan publik serta pencegahan konflik sosial di masyarakat.

    Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan terhadap kegiatan Falun Gong yang bersifat publik, seperti latihan maupun demonstrasi. Hal tersebut dilakukan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

    Sejumlah masyarakat menyambut positif langkah tersebut karena dinilai mampu memperkuat hubungan antar komunitas sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah keberagaman Jakarta.

    Polri berharap sinergi dan silaturahmi dengan seluruh komponen masyarakat dapat terus berjalan guna menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta memperkuat toleransi di Indonesia. (B7)