Tag: Petani Jember

  • Gus Fawait Tancap Gas! Petani Jember Dapat Bantuan Alsintan dan Irigasi, Produksi Pangan Dibidik Melonjak

    Berita7 | JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersama pemerintah pusat terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan penguatan ketahanan pangan nasional.

    Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Jember Muhammad Fawait saat kegiatan Pro Gus’e Update yang digelar di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jember menyalurkan sejumlah bantuan penting kepada kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan. Bantuan tersebut meliputi alat mesin pertanian, program optimalisasi lahan, pembangunan irigasi perpompaan, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

    Bantuan Combine Harvester diserahkan kepada Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Sementara bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2026 diberikan kepada Kelompok Tani Moro Seneng di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo.

    Selain itu, Kelompok Tani Gemah Ripah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari menerima bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom), sedangkan Kelompok Tani Sri Murni 1 di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk mendapatkan bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

    Gus Fawait menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah karena memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

    [baca_juga]

    Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

    “Pemerintah terus hadir untuk petani. Mulai dari bantuan alat mesin pertanian, perbaikan jaringan irigasi, bantuan benih, pupuk, hingga berbagai program peningkatan produktivitas pertanian terus kami dorong,” ujar Gus Fawait.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, seluruh bantuan harus benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil produksi pertanian.

    “Jangan sampai setiap tahun kita bantu tetapi tidak termanfaatkan dengan baik. Saya yakin dengan cara seperti ini bantuan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa kita awasi bersama-sama,” tegasnya.

    Tak hanya pemerintah daerah dan pusat, penguatan sektor pertanian di Jember juga mendapat dukungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi vertikal yang turut mengawal pelaksanaan program ketahanan pangan di lapangan.

    Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta menjadikan Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan yang semakin kuat di Jawa Timur.

    Dengan berbagai bantuan yang terus digelontorkan, petani Jember kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (BAM)

  • Harga Jeruk Melonjak hingga 5 Kali Lipat, Program MBG Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Desa di Jember

    Berita7 | JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Jember. Tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, program nasional tersebut kini disebut menjadi pemicu naiknya harga hasil pertanian dan perputaran ekonomi desa.

    Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis telah membuka pasar baru bagi petani, pelaku UMKM, hingga buruh tani di berbagai wilayah.

    Menurutnya, meningkatnya permintaan bahan pangan lokal membuat sejumlah komoditas pertanian mengalami kenaikan harga yang signifikan dan lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

    “Kami melihat Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa,” kata Gus Fawait, Senin (8/6/2026).

    Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah jeruk dari kawasan Jember Barat. Jika sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, kini harga jualnya mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

    Kenaikan harga tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Efek ekonomi yang muncul juga dirasakan oleh buruh tani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai distribusi hasil pertanian.

    Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas cakupan penerima manfaat Program MBG, termasuk bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

    Menurutnya, manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat desa.

    Potensi dampak ekonomi yang dihasilkan pun tidak main-main. Apabila rencana pembangunan sekitar 400 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember dapat terealisasi, nilai perputaran ekonomi yang tercipta diperkirakan menembus Rp4,6 triliun.

    Angka tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat sektor pertanian lokal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat.

    [baca_juga]

    Meski masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan masyarakat secara maksimal.

    “Kami ingin memastikan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Gus Fawait.

    Dengan dukungan pemerintah daerah, petani, pelaku UMKM, dan berbagai pihak terkait, Program Makan Bergizi Gratis kini dipandang sebagai salah satu penggerak ekonomi baru yang berpotensi mengubah wajah perekonomian desa di Kabupaten Jember. (BAM)

  • Fantastis! Jember Terima Bantuan Pertanian Terbesar Sepanjang Sejarah, Nilainya Rp312 Miliar

    Berita7 | JEMBER – Ribuan petani di Kabupaten Jember mendapat kabar menggembirakan. Pemerintah menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar yang disebut sebagai bantuan terbesar sepanjang sejarah daerah tersebut.

    Program raksasa ini mencakup bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, pembangunan irigasi, hingga teknologi pertanian modern yang akan disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Jember selama 2025 hingga 2026.

    [baca_juga]

    Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut bantuan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

    “Ini bantuan terbesar yang pernah diterima Jember untuk sektor pertanian. Nilainya mencapai Rp312 miliar dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para petani,” kata Fawait saat memberikan keterangan di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember.

    Bantuan yang mulai disalurkan meliputi 170 unit pompa air, 47 unit combine harvester, puluhan traktor roda empat dan roda dua, drone pertanian, hingga berbagai mesin pengolahan hasil panen.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan rice milling unit, mesin pengolahan hasil pertanian, serta berbagai peralatan modern yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi petani.

    Langkah besar ini dilakukan untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan hasil panen di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

    Selain alsintan, pemerintah juga menyiapkan rehabilitasi 16 titik irigasi besar yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program tersebut dinilai sangat penting karena sistem pengairan menjadi faktor utama keberhasilan produksi pertanian.

    “Irigasi merupakan urat nadi pertanian. Ketika air tersedia dengan baik, produktivitas petani akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

    Pemkab Jember juga memastikan pengajuan bantuan tambahan terus dilakukan ke pemerintah pusat agar dukungan terhadap petani semakin besar pada tahun-tahun mendatang.

    Masuknya bantuan senilai Rp312 miliar tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak luas tanam, meningkatkan produktivitas lahan, mempercepat proses panen, sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.

    Program ini sekaligus menjadi harapan baru bagi ribuan petani yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai kendala mulai dari keterbatasan alat produksi hingga persoalan irigasi.

    Dengan dukungan alat modern dan infrastruktur yang lebih baik, sektor pertanian Jember diyakini akan memasuki babak baru menuju pertanian yang lebih maju, efisien, dan menguntungkan bagi petani. (B7

  • Rp312 Miliar Mengalir ke Jember! Bantuan Pertanian Terbesar Sepanjang Sejarah Resmi Digelontorkan

    Berita7 | JEMBER – Kabar menggembirakan datang bagi ribuan petani di Kabupaten Jember. Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar yang disebut sebagai bantuan terbesar sepanjang sejarah yang pernah diterima daerah tersebut.

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bantuan jumbo itu mencakup berbagai program strategis mulai dari alat pertanian modern, bibit unggul, pupuk, hingga pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Jember.

    “Bantuan pertanian yang masuk ke Jember pada tahun 2025 hingga 2026 mencapai sekitar Rp312 miliar. Ini menjadi bantuan terbesar yang pernah diterima Jember untuk sektor pertanian,” ujar Fawait saat konferensi pers di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember.

    Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Jember.

    [baca_juga]

    Salah satu program terbesar adalah Optimalisasi Lahan (Oplah) yang menjangkau seluruh kecamatan. Program ini diperkuat dengan bantuan 100 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) yang akan membantu petani mengatasi persoalan ketersediaan air di lahan pertanian.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan 190 titik pemeliharaan jaringan irigasi serta 16 proyek rehabilitasi irigasi skala besar untuk memperkuat sistem pengairan pertanian.

    “Selama ini sekitar 70 persen infrastruktur pertanian kita kondisinya kurang baik. Karena itu kami berjuang agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar kepada Jember,” katanya.

    Dukungan bagi petani juga diwujudkan melalui bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 3.540 hektare. Selain itu tersedia pula bantuan benih padi, kopi, tebu, hingga berbagai kebutuhan produksi pertanian lainnya.

    Di sisi mekanisasi, puluhan alat pertanian modern turut disalurkan. Mulai dari traktor roda dua dan roda empat, drone pertanian, mesin roasting kopi, kendaraan roda tiga, hingga puluhan unit combine harvester yang akan mempercepat proses panen petani.

    Bupati optimistis berbagai bantuan tersebut akan mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Jember yang saat ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Timur.

    Selain meningkatkan produktivitas, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan ekonomi nasional.

    Dengan masuknya bantuan ratusan miliar rupiah tersebut, sektor pertanian Jember diproyeksikan mengalami percepatan pertumbuhan yang signifikan dalam dua tahun ke depan dan semakin memperkuat posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. (B7