Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal dengan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) di SMPN 1 Tangerang, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan pemahaman pola makan sehat bagi keluarga dan pelajar.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih fokus kepada siswa, kali ini DKP Kota Tangerang menitikberatkan edukasi kepada para orang tua siswa. Langkah tersebut dilakukan agar pola konsumsi sehat di sekolah dapat terus diterapkan hingga di lingkungan rumah.
Puluhan peserta yang terdiri dari orang tua murid, guru hingga Kader Pansat (Pangan Aman Sehat untuk Hebat) mulai mengikuti praktik langsung pengolahan pangan lokal menjadi menu modern dan bergizi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Tujuannya agar ibu-ibu tidak hanya paham apa itu B2SA, tapi juga memiliki keterampilan memasak yang bisa meningkatkan kesehatan anak sekaligus ekonomi keluarga,” ujar Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teori gizi, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal agar lebih kreatif, sehat dan bernilai ekonomis.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak membuat berbagai menu unik hasil kolaborasi bersama chef profesional. Mulai dari ramen berbahan sagu, ayam angkak hingga puding sayur berbahan wortel dan jagung.
Menu-menu tersebut disiapkan sebagai alternatif bekal sekolah yang menarik bagi anak-anak namun tetap kaya nutrisi dan aman dikonsumsi setiap hari.
“Kami ingin orang tua di rumah juga bisa menyiapkan masakan harian dengan standar yang sama. Sehingga kebutuhan gizi anak mulai dari karbohidrat, protein, vitamin hingga mineral selalu tercukupi,” lanjut Lisnah.
Selain praktik memasak, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi penting tentang pemanfaatan pangan lokal yang selama ini masih kurang dimaksimalkan oleh masyarakat.
Sejumlah orang tua siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru dalam menyiapkan makanan sehat untuk keluarga.
Salah satu orang tua siswa kelas 7A SMPN 1 Tangerang, Waika Ismalia, mengaku pelatihan tersebut membuka pemahamannya bahwa sumber karbohidrat tidak selalu bergantung pada nasi.
“Kebetulan anak saya tidak mengonsumsi nasi. Di pelatihan ini saya mendapat ilmu bahwa sumber karbohidrat itu tidak selalu dari nasi,” ungkapnya.
Ia berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan karena dinilai sangat membantu para orang tua dalam menyiapkan makanan sehat dan bergizi untuk anak.
“Semoga dengan makanan yang disajikan lebih beraneka ragam dan bervitamin, anak-anak bisa tumbuh dengan baik,” tutupnya. (B7)
