Tag: Banjir Tangerang

  • Bappeda Kota Tangerang Dorong Percepatan Crossing Drainase di Akses Bandara Soekarno-Hatta

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Bappeda Kota Tangerang terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat infrastruktur pengendali banjir, khususnya di kawasan strategis akses Soekarno-Hatta International Airport.

    Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan survei lapangan rencana pembangunan crossing drainase di kawasan Jalan Sedyatmo, Kecamatan Benda. Survei ini menjadi bagian dari percepatan perencanaan infrastruktur yang lebih terpadu, terukur, dan berkelanjutan.

    Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi potensi genangan dan banjir di jalur vital menuju bandara internasional.

    “Kami telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama sejumlah pihak terkait. Fokusnya adalah melihat kondisi drainase eksisting, pola aliran air, serta titik rawan genangan yang perlu segera ditangani,” ujar Yeti.

    Ia menjelaskan bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar penyusunan langkah teknis berikutnya, termasuk pembagian peran antarinstansi agar pembangunan dapat segera direalisasikan secara efektif.

    Menurutnya, pembangunan crossing drainase ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga bagian dari upaya besar Pemkot Tangerang dalam menjaga kelancaran akses transportasi dan mendukung kawasan bandara sebagai pintu gerbang utama Indonesia.

    “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan infrastruktur kota berjalan lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem,” tambahnya.

    Pemkot Tangerang berharap rencana ini dapat segera masuk tahap implementasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat dan pengguna jalan di kawasan strategis tersebut. (B7

  • Banjir Mengintai! Pemkot Tangerang Kini Pantau Sungai Cisadane Real Time dari Hulu

    Banjir Mengintai! Pemkot Tangerang Kini Pantau Sungai Cisadane Real Time dari Hulu

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang memperkuat sistem mitigasi banjir dengan mengintegrasikan Pos Pantau Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat deteksi potensi banjir dari kawasan hulu secara real time.

    Integrasi tersebut menjadi bagian dari penguatan Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTU) milik Pemkot Tangerang yang selama ini digunakan untuk memantau perkembangan debit air di sejumlah titik rawan banjir.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, tim gabungan telah melakukan pemantauan lapangan guna memastikan kesiapan perangkat dan sinkronisasi sistem sebelum integrasi resmi dijalankan.

    Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan kecepatan respons petugas saat terjadi peningkatan debit air dari kawasan hulu Sungai Cisadane.

    “Kami telah melakukan survei lapangan untuk mengecek perangkat, sinkronisasi data, serta koordinasi teknis antartim agar sistem integrasi pemantauan ini berjalan optimal,” ujar Taufik, Kamis (7/5/2026).

    Lewat sistem terbaru ini, Pemkot Tangerang nantinya dapat memantau kondisi muka air Sungai Cisadane melalui kamera CCTV yang beroperasi secara langsung atau real time.

    Data yang diterima dari wilayah hulu dinilai menjadi senjata penting dalam upaya mitigasi dini, terutama saat curah hujan tinggi melanda kawasan Bogor dan sekitarnya yang berpotensi mengirim debit air besar ke wilayah Tangerang.

    Pemkot Tangerang menilai integrasi sistem tersebut dapat membantu petugas mengambil langkah lebih cepat sebelum banjir meluas ke permukiman warga.

    Selain memperkuat pengawasan di wilayah Serpong, integrasi ini juga menjadi bagian dari pengembangan sistem pemantauan banjir terpadu lintas daerah.

    Sebelumnya, Pemkot Tangerang telah lebih dulu mengintegrasikan sistem mitigasi banjir dengan Pos Pantau Batu Beulah di Kabupaten Bogor pada akhir tahun lalu.

    Tidak berhenti di situ, Pemkot Tangerang juga berencana merealisasikan integrasi serupa di Pos Pantau Tajur Kabupaten Bogor untuk memantau kawasan hulu Kali Serua.

    Pemantauan juga akan diperluas ke Perumahan Mutiara Tangsel guna mengawasi perkembangan debit air di hulu Kali Angke yang selama ini menjadi salah satu titik perhatian saat musim hujan tiba.

    Langkah agresif Pemkot Tangerang dalam memperkuat sistem pemantauan banjir ini mendapat perhatian karena dinilai menjadi solusi penting untuk menekan risiko genangan yang kerap menghantui sejumlah wilayah saat cuaca ekstrem terjadi.

    Dengan sistem pemantauan yang semakin terintegrasi dan real time, Pemkot Tangerang berharap proses mitigasi bencana dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif demi melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang datang sewaktu-waktu. (B7)

  • Pemkot Tangerang Bangun Drainase Silang di Periuk, Banjir Ditargetkan Berkurang Drastis

    Pemkot Tangerang Bangun Drainase Silang di Periuk, Banjir Ditargetkan Berkurang Drastis

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang langsung mempercepat pembangunan saluran drainase silang atau crossing drainase di Jalan Utama Grand Duta Periuk untuk mengurangi potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Proyek tersebut kini mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan.

    Pembangunan drainase silang dilakukan di wilayah RW 23 Gebang Raya, Kecamatan Periuk, sebagai bagian dari langkah percepatan mitigasi banjir yang terus diperkuat Pemkot Tangerang di sejumlah titik rawan genangan.

    Camat Periuk Andhika Nugraha Krisyna menuturkan, pembangunan saluran drainase silang mulai berjalan setelah dilakukan peninjauan langsung bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang.

    “Kami telah melakukan peninjauan saluran drainase silang tepatnya di RW 23 Gebang Raya, yang sedang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang. Proses pengerjaan sudah mulai berjalan serta ditargetkan dapat tuntas dalam beberapa hari mendatang,” ujar Andhika, Rabu (6/5/2026).

    Pemkot Tangerang memastikan pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mempercepat pembuangan genangan ketika hujan deras turun.

    Selama ini, kawasan Jalan Utama Grand Duta Periuk menjadi salah satu titik yang membutuhkan optimalisasi sistem drainase karena tingginya debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

    Sebanyak sejumlah alat berat dan pekerja lapangan kini dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan, mulai dari pembongkaran jalan hingga pemasangan beton saluran drainase silang di lokasi proyek.

    “Proses pembongkaran jalannya sudah berlangsung kemarin, beton saluran drainase silangnya juga sudah mulai dipasang. Semoga adanya saluran drainase silang ini bisa melancarkan aliran dan meminimalkan banjir yang dapat merugikan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

    Ia menegaskan, pembangunan drainase silang tidak hanya berfokus pada penanganan genangan sementara, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Periuk.

    Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu memperlancar sirkulasi air antar saluran yang sebelumnya kerap tersendat akibat kapasitas drainase lama yang dinilai kurang optimal.

    Pemkot Tangerang juga terus melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan banjir lainnya untuk memastikan penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan merata di seluruh wilayah kota.

    Langkah percepatan pembangunan drainase ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya saat memasuki musim hujan dengan curah tinggi.

    Sejumlah warga sekitar mengaku menyambut positif pembangunan drainase silang tersebut karena selama ini genangan air sering menghambat aktivitas harian warga dan pengguna jalan.

    Masyarakat berharap pembangunan dapat segera selesai agar aliran air menjadi lebih lancar dan lingkungan sekitar terbebas dari genangan yang berpotensi menyebabkan kerusakan jalan maupun gangguan kesehatan.

    Tidak hanya itu, keberadaan saluran drainase silang juga diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan serta mendukung mobilitas warga menjadi lebih aman dan nyaman.

    Pemkot Tangerang berharap pembangunan sistem drainase modern ini dapat menjadi solusi efektif dalam menekan risiko banjir sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur perkotaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

    Dengan percepatan pembangunan tersebut, Pemkot Tangerang optimistis wilayah Periuk dapat memiliki sistem pengendalian banjir yang lebih optimal sehingga masyarakat tidak lagi khawatir menghadapi genangan saat hujan deras turun. (B7)

  • Banjir 1 Meter di Cipondoh Tangerang, 60 KK Mengungsi dan Dievakuasi BPBD

    Banjir 1 Meter di Cipondoh Tangerang, 60 KK Mengungsi dan Dievakuasi BPBD

    Berita7 | Kota Tangerang — BPBD Kota Tangerang melakukan penanganan banjir di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Selasa (5/5/2026), setelah hujan deras menyebabkan genangan air mencapai lebih dari 1 meter. Kondisi ini berdampak langsung pada puluhan warga yang terpaksa mengungsi demi keselamatan.

    Sebanyak 60 kepala keluarga kini mulai mengungsi ke lokasi aman, setelah sebelumnya bertahan di rumah masing-masing saat air terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan warga di tengah kondisi banjir yang cukup parah.

    “Sebanyak 45 KK mengungsi di gedung RPH sapi dan 15 KK lainnya di musala, sementara sebagian warga masih bertahan di rumah,” ujar Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang.

    Ia menambahkan, langkah evakuasi tidak hanya berfokus pada penyelamatan warga, tetapi juga memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman melalui bantuan armada di lokasi.

    Selain itu, BPBD juga mengerahkan enam personel dengan satu unit truk perahu, satu perahu karet, serta tiga dayung untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan di kawasan terdampak. Hal ini semakin memperkuat respons cepat penanganan banjir.

    Sejumlah warga mengaku terpaksa meninggalkan rumah karena ketinggian air terus meningkat dan berisiko membahayakan keselamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut.

    BPBD berharap kondisi segera membaik dan warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (B7)