Tag: Argentina

  • AI Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis dan Argentina Paling Favorit Angkat Trofi

    Berita7 | Jakarta — Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, analisis berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai banyak digunakan untuk memprediksi peluang juara setiap negara peserta.

    Salah satu studi terbaru yang dilakukan perusahaan analisis data asal Prancis, AVISIA, bekerja sama dengan Foot Mercato, mengungkap proyeksi kekuatan tim nasional berdasarkan ribuan data performa.

    Model tersebut tidak hanya melihat hasil pertandingan terbaru, tetapi juga menggabungkan berbagai variabel seperti kekuatan serangan dan pertahanan, kualitas individu pemain, nilai pasar skuad, hingga tingkat kebugaran dan efektivitas di area penalti.

    Selain itu, sistem juga menggunakan metrik lanjutan seperti expected goals (xG), peluang tercipta, serta penguasaan bola kembali untuk menilai potensi masing-masing tim secara lebih mendalam.

    PRANCIS DAN ARGENTINA PALING DIATAS

    Hasil analisis menunjukkan bahwa Prancis dan Argentina menjadi kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026, dengan masing-masing memiliki peluang sekitar 21 persen.

    Prancis dinilai memiliki salah satu lini serang paling berbahaya di turnamen, diperkuat pemain seperti Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé. Selain itu, kedalaman skuad dan keseimbangan antar lini menjadi kekuatan utama mereka.

    Sementara Argentina tetap menjadi favorit berkat kekompakan tim dan struktur permainan yang solid di bawah arahan Lionel Scaloni. Peran pemain kunci serta pengalaman di turnamen besar membuat mereka tetap berada di papan atas.

    SPANYOL, BRASIL, DAN PORTUGAL MENGINTAI

    Di belakang dua favorit utama tersebut, Spanyol mencatatkan peluang sekitar 20 persen dengan gaya permainan berbasis penguasaan bola yang kuat serta dominasi lini tengah.

    Brasil dan Portugal juga masuk dalam daftar kandidat kuat dengan peluang masing-masing sekitar 19 persen. Brasil dinilai unggul dalam keseimbangan taktik dan kualitas individu, sementara Portugal memiliki kedalaman lini tengah yang sangat kompetitif.

    Inggris berada di posisi berikutnya dengan peluang sekitar 12 persen, meski memiliki skuad bertabur bintang, konsistensi masih menjadi tantangan utama.

    AI TIDAK SEPENUHNYA MENENTUKAN HASIL

    Meski berbasis data besar dan analisis statistik mendalam, para ahli menegaskan bahwa prediksi AI tetap memiliki keterbatasan.

    Faktor non-teknis seperti mental pemain, tekanan laga sistem gugur, hingga momen krusial di lapangan tidak sepenuhnya bisa dihitung oleh sistem.

    Namun demikian, hasil analisis ini memberikan gambaran menarik mengenai peta kekuatan menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.(*