Category: Religi

  • Pengajian Bulanan di Kota Tangerang Jadi Sorotan, Wali Kota Tegaskan 3 Program Prioritas Ini

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemerintah Kota Tangerang) kembali menggelar pengajian bulanan bagi jajaran pegawai di lingkungan Pemkot Tangerang yang kali ini dilaksanakan di kediaman Wakil Wali Kota Tangerang, Kamis malam (21/05/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, sekaligus menjadi wadah penguatan spiritual aparatur serta penguatan komitmen percepatan program strategis daerah.

    Langkah ini berdampak pada penguatan mental dan kedisiplinan aparatur, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Kota Tangerang.

    Selain menjadi agenda rutin keagamaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan sejumlah program prioritas pemerintah daerah, mulai dari penanganan banjir, persoalan sampah, hingga peningkatan infrastruktur wilayah.

    “Pengajian ini bertujuan untuk terus meningkatkan keimanan di lingkungan pegawai maupun masyarakat. Selain memiliki kompetensi yang baik, pelayanan publik juga harus didukung dengan keimanan yang kuat,” ujar H. Sachrudin.

    Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini terus bergerak cepat dalam penanganan banjir, termasuk melalui normalisasi Situ Bulakan di Kecamatan Periuk serta penguatan kolaborasi lintas pemerintah daerah.

    “Untuk persoalan persampahan, solusi harus dilakukan secara berkesinambungan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL),” lanjutnya.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menegaskan pentingnya masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar.

    “Jangan sampai ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya sehingga memicu keresahan,” tegasnya.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mendukung pembangunan Kota Tangerang secara berkelanjutan.

    Pengajian bulanan tersebut berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir bersama, serta tausiah agama yang diikuti oleh jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, tokoh agama, hingga masyarakat sekitar. (B7

  • STQ Kecamatan Cibodas 2026 Resmi Dibuka, Antusias Warga Ramaikan Pawai Taaruf

    STQ Kecamatan Cibodas 2026 Resmi Dibuka, Antusias Warga Ramaikan Pawai Taaruf

    Berita7 | Kota Tangerang — Kecamatan Cibodas menggelar pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kecamatan Cibodas Tahun 2026 dengan penuh kemeriahan melalui pawai taaruf yang diikuti ratusan peserta dan masyarakat, Senin (18/5/2026).

    Kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan melibatkan seluruh kafilah dari enam kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cibodas. Tidak hanya peserta STQ, pawai taaruf juga diikuti kader PKK, kader posyandu, amil, marbot, RT/RW, hingga para pemuda yang turut memeriahkan suasana.

    Warga tampak antusias memadati jalur pawai untuk menyaksikan para peserta yang berjalan membawa atribut dan identitas masing-masing kelurahan. Kebersamaan dan semangat religius terlihat begitu kuat dalam kegiatan tahunan tersebut.

    Camat Cibodas, Ahmad Suhendar mengatakan, STQ tingkat Kecamatan Cibodas tahun ini diikuti sebanyak 167 peserta yang akan berlaga dalam lima cabang perlombaan serta dua cabang ekshibisi.

    Cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Musabaqoh Fahmil Qur’an Putra dan Putri, Tilawah Dewasa, Tilawah Remaja, Qiroatul Qutub, serta Tahfiz 5 Juz.

    “Alhamdulillah pagi ini kita melaksanakan kegiatan STQ tingkat Kecamatan Cibodas. Selain perlombaan, kita juga menggelar pawai taaruf kafilah dan antusias masyarakat sangat luar biasa,” ujar Ahmad Suhendar.

    Ia menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti STQ merupakan warga asli yang berdomisili di wilayah Kecamatan Cibodas. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mencari bibit unggul di bidang tilawah dan pemahaman Al-Qur’an dari wilayah sendiri.

    Menurutnya, pembinaan peserta dilakukan secara rutin melalui berbagai lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren, TPA, TPK, hingga madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Cibodas.

    “Pembinaannya sudah berjalan secara berkala. Anak-anak yang ikut STQ memang sudah dilatih rutin oleh para ustaz dan guru ngaji di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

    Ia berharap kegiatan STQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.

    Selain menjadi agenda pembinaan keagamaan, STQ juga dinilai mampu mempererat silaturahmi antarwarga dan meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan Kecamatan Cibodas.

    Salah satu peserta STQ, Aini dari Kelurahan Panunggangan Barat, mengaku telah melakukan persiapan sejak beberapa bulan terakhir bersama timnya demi memberikan penampilan terbaik pada perlombaan tahun ini.

    “Kita latihan bareng sejak Maret. Yang penting percaya diri, jangan ragu dan harus refleks juga saat menjawab,” katanya.

    Aini berharap tahun ini dirinya dapat meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Tahun kemarin juara dua. Tahun ini targetnya harus juara satu,” ujarnya penuh semangat.

    Kegiatan STQ tingkat Kecamatan Cibodas tersebut diharapkan dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak baik dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, Kecamatan Cibodas juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing di Kota Tangerang. (B7)

  • IPM Tangsel Tertinggi di Banten, Pilar Saga Sebut Peran Pesantren Jadi Kunci Pembentukan SDM Unggul

    IPM Tangsel Tertinggi di Banten, Pilar Saga Sebut Peran Pesantren Jadi Kunci Pembentukan SDM Unggul

    Berita7 | Tangerang Selatan,. – Suasana hangat silaturahmi para pimpinan pondok pesantren di Tangerang Selatan terasa kental di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Ciputat, Rabu (13/05/2026). Di tengah pertemuan itu, satu fakta besar mencuat dan jadi sorotan: Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kota Tangerang Selatan tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Banten.

    Di balik capaian tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan ada peran besar pondok pesantren yang selama ini ikut membentuk kualitas sumber daya manusia di daerahnya. Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tapi juga benteng moral di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial.

    Pilar menyebut, kontribusi pesantren tidak bisa dipisahkan dari meningkatnya kualitas pendidikan dan karakter masyarakat Tangsel. Ia menilai, di tengah tantangan zaman seperti media sosial dan teknologi yang berkembang cepat, peran pesantren justru semakin penting dan relevan.

    “IPM Tangsel yang menempati posisi tertinggi di Provinsi Banten tidak terlepas dari peran pondok pesantren,” ujar Pilar di hadapan para kiai dan pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Periode 2025–2030.

    Menurut Pilar, pesantren menjadi ruang pembentukan karakter yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh pendidikan formal. Di dalamnya, nilai agama, disiplin, dan moral dibentuk secara langsung dalam kehidupan sehari-hari santri.

    “Kami melihat pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pesantren semakin relevan,” katanya.

    Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang tumbuh di era digital. Akses informasi yang begitu cepat dinilai membawa dampak positif sekaligus risiko terhadap pembentukan karakter anak.

    Karena itu, Pemerintah Kota Tangsel berupaya memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan keagamaan. Salah satu langkah yang mulai didorong adalah pengenalan pembelajaran kitab kuning secara bertahap di sekolah-sekolah formal, dimulai dari materi dasar yang disesuaikan dengan usia siswa.

    “Kami mulai mendorong pembelajaran kitab kuning sejak sekolah dasar. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya,” tutur Pilar.

    Selain penguatan kurikulum, Pemkot Tangsel juga memperluas dukungan kepada para santri melalui program beasiswa. Bantuan pendidikan ini diberikan mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, termasuk bagi penghafal Al-Qur’an yang mendapat dukungan khusus melalui kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Baznas.

    Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

    Di tengah meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia berkualitas, peran pesantren kembali mendapat tempat penting dalam arah pembangunan Tangsel. Pemerintah daerah menilai, kolaborasi antara sekolah formal dan lembaga keagamaan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai religius.

    Ke depan, Pemkot Tangsel berharap ekosistem pendidikan berbasis karakter ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional. Dengan fondasi moral yang kuat, Tangsel ingin memastikan bahwa pertumbuhan IPM tidak hanya angka, tetapi juga kualitas manusia yang utuh. (B7)